Pranala.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mengambil langkah tegas. Tahun ini, seluruh kegiatan bimbingan teknis (bimtek) ke luar kota resmi ditiadakan.
Kebijakan ini diputuskan bukan tanpa alasan. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mencegah potensi penyimpangan anggaran.
“Tahun ini tidak ada lagi bimtek. Itu salah satu mitigasi yang kami ambil,” kata Agus Haris, Jumat (29/8/2025).
Menurut Agus, keputusan ini sekaligus menjadi pengingat bagi para aparatur sipil negara (ASN). Ia menekankan, jika ada indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan tugas, hal itu bisa saja masuk ranah pidana.
Karena itu, ASN diminta fokus menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) tanpa keluar jalur.
“Jangan main-main. Dana yang dikelola bukan milik pribadi, tapi hasil keringat masyarakat lewat pajak. Setiap rupiah harus kembali dalam bentuk manfaat nyata,” tegasnya.
Agus juga menekankan, Pemkot Bontang tidak akan mencampuri proses hukum yang berjalan. Aparat penegak hukum diberi ruang penuh untuk bekerja.
“Biarkan aparat menjalankan tugasnya. ASN cukup fokus bekerja sesuai aturan dan tupoksi masing-masing,” ujarnya.
Dengan kebijakan ini, Pemkot berharap para pejabat lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran. Tujuannya jelas: agar setiap rupiah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Sepeser pun uang yang dipakai harus kembali untuk rakyat,” pungkas Agus Haris. (fr)















