• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 12, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Rumput Laut Bontang Terancam Tumpahan Minyak, Ekspor ke India Bisa Gagal

Suriadi Said by Suriadi Said
30 Agustus 2025 | 21:47
Reading Time: 2 mins read
0
Rumput Laut Bontang Diakui Lebih Unggul, Dorong Industri Pengolahan dan Ekspor Rumput Laut Bontang Terancam Tumpahan Minyak, Ekspor ke India Bisa Gagal Bontang Siap Lepas Ketergantungan Migas, Rumput Laut jadi Andalan Ekspor

Ilustrasi aktivitas petani rumput laut. Antara

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Harapan petani rumput laut di kawasan Tihi-Tihi, Kota Bontang sedang diuji. Komoditas laut yang dikenal berkualitas terbaik di Kalimantan Timur (Kaltim) itu kini menghadapi ancaman serius: tumpahan minyak di perairan.

Padahal, dari laut Tihi-Tihi inilah rumput laut Bontang menembus pasar internasional. Setiap bulan, dua kontainer berkapasitas 15 ton dikirim ke India. Namun tiga hari terakhir, lapisan minyak hitam terlihat mengambang di permukaan laut.

PILIHAN REDAKSI

Rumput Laut Bontang Diakui Lebih Unggul, Dorong Industri Pengolahan dan Ekspor Rumput Laut Bontang Terancam Tumpahan Minyak, Ekspor ke India Bisa Gagal Bontang Siap Lepas Ketergantungan Migas, Rumput Laut jadi Andalan Ekspor

Rumput Laut Bontang Diakui Lebih Unggul, Dorong Industri Pengolahan dan Ekspor

23 Desember 2025 | 18:17
Rumput Laut Bontang Diakui Lebih Unggul, Dorong Industri Pengolahan dan Ekspor Rumput Laut Bontang Terancam Tumpahan Minyak, Ekspor ke India Bisa Gagal Bontang Siap Lepas Ketergantungan Migas, Rumput Laut jadi Andalan Ekspor

Bontang Siap Lepas Ketergantungan Migas, Rumput Laut jadi Andalan Ekspor

29 Agustus 2025 | 20:20

Bagi petani, noda hitam itu bukan sekadar pemandangan buruk. Dampaknya bisa membuat gagal panen hingga 80 persen.

“Kalau rumput laut kena minyak, daunnya bisa terlunasi, cahaya matahari terhalang, lalu mati. Panen pun tidak laku karena kualitas turun,” kata Ardis, perwakilan PT Borneo Ocean Nauly, Jumat (29/8/2025).

Rumput laut Tihi-Tihi bukan sekadar komoditas lokal. Ia adalah sumber penghidupan ratusan keluarga. Rencana penambahan 100 pondasi budidaya bahkan digadang mampu membuka lahan hingga 50 hektare.

Namun semua itu bergantung pada laut yang bersih. Sekali saja tumpahan minyak masuk ke area budidaya, kerugian bisa berlipat: gagal panen, hilangnya peluang ekspor, hingga rusaknya ekosistem laut.

“Harapan kami jangan sampai terulang. Rumput laut ini tulang punggung ekonomi warga Tihi-Tihi,” ujar Ardis.

Dugaan Pencemaran Bukan Pertama

Fenomena tumpahan minyak di kawasan ini sebenarnya bukan baru. Menurut laporan petani, lapisan minyak kerap muncul meski tak selalu deras. Sampel sudah pernah diambil untuk uji laboratorium, tetapi hingga kini belum jelas siapa penyebabnya.

“Di sekitar sini memang banyak industri. Jadi belum bisa dipastikan dari mana asalnya,” timpal Sani, perwakilan lain dari PT Borneo Ocean Nauly.

Lebih memprihatinkan, beberapa perusahaan di sekitar perairan disebut tidak menyiapkan oil boom. Padahal, alat sederhana itu bisa mencegah minyak menyebar ke area budidaya.

“Kalau ada oil boom, minyak bisa diblokir sebelum sampai ke tanaman,” jelas Ardis.

Budidaya rumput laut memiliki aturan ketat. Minimal butuh 40–45 hari masa tanam agar kandungan gizi mencapai puncak. Jika dipanen lebih cepat, nilai jualnya turun drastis.

“Itulah kenapa 45 hari sangat krusial. Bayangkan kalau di tengah masa tanam terkena limbah minyak,” ungkap Sani.

Selain Tihi-Tihi, daerah lain seperti Lok Tunggul dan Melahing juga punya potensi serupa. Bedanya, Melahing lebih condong ke pariwisata. Tihi-Tihi justru sepenuhnya menggantungkan hidup pada rumput laut. (fr)

Tags: Rumput Laut
Previous Post

Cegah Penyelewengan Anggaran, Pemkot Bontang Setop Bimtek ke Luar Kota

Next Post

MTQ XIX Kecamatan Bontang Selatan Resmi Dibuka, Satimpo jadi Tuan Rumah

BACA JUGA

Kejar-kejaran di Lampu Merah Balikpapan, Pengamen Ini Nekat Lawan Satpol PP

Kejar-kejaran di Lampu Merah Balikpapan, Pengamen Ini Nekat Lawan Satpol PP

12 Juli 2026 | 21:36
Wali Kota Neni: Insentif Guru Mengaji di Bontang Aman Pemotongan

Wali Kota Neni: Insentif Guru Mengaji di Bontang Aman Pemotongan

12 Juli 2026 | 19:14
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bocah Hilang Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan Ditemukan Meninggal Dunia

Bocah Hilang Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan Ditemukan Meninggal Dunia

12 Juli 2026 | 13:21
4 Anak Terseret Ombak di Pantai Kemala Balikpapan, Satu Masih Dicari

4 Anak Terseret Ombak di Pantai Kemala Balikpapan, Satu Masih Dicari

11 Juli 2026 | 22:01
Modal Gunting Besi, Pria di Kutim Gasak 18 Tabung Gas Melon

Modal Gunting Besi, Pria di Kutim Gasak 18 Tabung Gas Melon

11 Juli 2026 | 21:45
Next Post
MTQ XIX Kecamatan Bontang Selatan Resmi Dibuka, Satimpo jadi Tuan Rumah

MTQ XIX Kecamatan Bontang Selatan Resmi Dibuka, Satimpo jadi Tuan Rumah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

6 Juli 2026 | 13:24
Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44
Kabar Duka: Kepala BPKAD Bontang Syahbirin Meninggal di Ruang Kerja

Kabar Duka: Kepala BPKAD Bontang Syahbirin Meninggal di Ruang Kerja

6 Juli 2026 | 15:55
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11

Terbaru

Semifinal Piala Dunia 2026: Skenario Paling Ideal dan Gila dalam Sejarah

Semifinal Piala Dunia 2026: Skenario Paling Ideal dan Gila dalam Sejarah

12 Juli 2026 | 22:36
Hanya Adip Maraja yang Lolos, Muscab HIPMI Bontang Bakal Diikuti Calon Tunggal

Hanya Adip Maraja yang Lolos, Muscab HIPMI Bontang Bakal Diikuti Calon Tunggal

12 Juli 2026 | 22:29
Kejar-kejaran di Lampu Merah Balikpapan, Pengamen Ini Nekat Lawan Satpol PP

Kejar-kejaran di Lampu Merah Balikpapan, Pengamen Ini Nekat Lawan Satpol PP

12 Juli 2026 | 21:36
Sinema Pusdabon Bontang Diserbu Anak saat Libur Sekolah, 138 Pengunjung di Hari Terakhir

Sinema Pusdabon Bontang Diserbu Anak saat Libur Sekolah, 138 Pengunjung di Hari Terakhir

12 Juli 2026 | 21:22
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved