Bisnis Perhotelan di Kalimantan Timur Kian Berat

Pekerja membersihkan ruang dan kamar di sebuah hotel (ilustrasi).

PELAKU usaha perhotelan belum dapat merasakan kembalinya geliat perekonomian sebagai dampak pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kalimantan Timur pada Januari 2021 mencapai 42,98 persen. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 16,80 poin dibandingkan TPK Desember 2020.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim Muhammad Zulkifli menyatakan sejak Covid-19 melanda Tanah Air pada awal Maret 2020, hotel-hotel masih merasakan kondisi pelik.

Selanjutnya, Zulkifli, mengungkapkan bahwa kondisi bisnis hotel makin tidak diuntungkan setelah angka positif makin melonjak yang menyebabkan pembatasan harus dilakukan.

“Di Balikpapan dan Samarinda ada yang mau dijual. Hotel bintang empat, tapi saya tak bisa sebut nama,” ujarnya, Ahad, (28/2/2021).

Zulkifli menyebutkan tidak ada hotel yang bisa bertahan dengan okupansi terus merosot. Okupansi hanya menyentuh di bawah angka 10, meskipun saat akhir tahun lalu sudah mencapai 50 persen.

Kendati demikian, Zulkifli mengharapkan pemerintah dapat memberi kelonggaran, khususnya terkait beleid pembatasan. “Hotel sudah sangat ketat dengan protokol kesehatan,” terangnya.

Terkait CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) Zulkifli menilai program tersebut menjadi penanda bahwa destinasi terkait layak dikunjungi lantaran sudah memenuhi standar protokol pencegahan Covid-19.

Program CHSE digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Zulkifli juga menegaskan bahwa CHSE menjadi bukti bagi para pengunjung, dengan maksud lokasi yang terkait bisa dikunjungi turis lokal maupun internasional.

“Jangan sampai sia-sia CHSE ini. Kan, selama ini tak pernah ada kabar pengunjung hotel positif Corona setelah selesai menginap dari hotel,” tegasnya.

Sebagai informasi, rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang di Kaltim pada Januari 2021 mencapai 1,85 hari. Jika diperinci, rata-rata lama menginap tamu mancanegara mencapai 2,39 hari sedangkan rata-rata lama menginap tamu Nusantara mencapai 1,85 hari.

Selama Januari 2021, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 14 kunjungan atau naik 14 kunjungan dibanding Desember 2020. Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Januari 2021 sebanyak 93,31 ribu orang atau turun 39,19 persen dibanding Desember 2020.

Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) yang diberangkatkan pada Januari 2021 masiih menunjukkan angka nol dikarenakan Januari belum ada penerbangan ke Luar Negeri.

 

 

 

[BS]

More Stories
Polda Benarkan Penangkapan Terduga Teror di Balikpapan