• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 12, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

Sempat Putus Sekolah, Ubah Bisnis Sampingan jadi Startup Senilai Rp1,57 Triliun

Suriadi Said by Suriadi Said
23 Juli 2022 | 19:21
Reading Time: 4 mins read
0
Sempat Putus Sekolah, Ubah Bisnis Sampingan jadi Startup Senilai Rp1,57 Triliun

Josh Fabian, pria putus sekolah sukses ubah bisnis sampingan jadi startup senilai Rp1,57 triliun. Foto: Twitter Josf Fabian

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Seorang pria berusia 32 tahun bernama Josh Fabian sukses mengubah bisnis sampingan video game menjadi startup bernilai 105 juta dolar AS atau setara Rp1,57 triliun. Kesuksesan pria kulit hitam ini karena dirinya ingin membuktikan meski merupakan kalangan minoritas, namun bisa lebih berhasil dari kaum mayoritas di tempatnya tinggalnya.

Fabian diadopsi dan dibesarkan sejak kanak-kanak oleh pasangan kulit putih, yang juga mengasuh anak-anak yang kadang bermasalah. Dia mengaku, ke mana pun pergi, selalu merasa terisolasi karena warna kulitnya.

PILIHAN REDAKSI

4.500 Lebih Data Anak Tidak Sekolah di Kutim Masih Bermasalah

4.500 Lebih Data Anak Tidak Sekolah di Kutim Masih Bermasalah

13 Mei 2026 | 16:50
Nilai TKA SD Bontang Lampaui Nasional, Peringkat Dua Se-Kaltim Balikpapan Dapat 10 Revitalisasi Sekolah, Wali Kota: Pendidikan Kunci Putus Kemiskinan Ribuan Anak di Kutim Masih Putus Sekolah, Data Disdikbud Ungkap Fakta Mengkhawatirkan Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono Digelar April 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Tes Kemampuan Akademik Serentak untuk SD dan SMP Belajar dari Bocah NTT, Bontang Siapkan Anggaran Pendidikan Rp29,6 Miliar SPMB Gantikan PPDB, Ini Perubahan Jalur Masuk Sekolah 2025 di Balikpapan

Ribuan Anak di Kutim Masih Putus Sekolah, Data Disdikbud Ungkap Fakta Mengkhawatirkan

13 Mei 2026 | 16:43

“Saya ingat merasa sangat tidak terlihat, hanya merasa saya tidak cocok di mana pun. (Saya) ingin menjadi penting. Untuk dilihat sebagai yang terbaik dalam sesuatu, dalam beberapa cara,” katanya, dikutip dari CNBC Make It, Sabtu (23/7/2022).

Menurutnya marjinalisasi bisa menjadi mativator yang kuat. Saat ini, dia adalah salah satu pendiri dan CEO Metafy yang berbasis di Pittsburgh. Metafy merupakan platform online berusia 2 tahun, tempat para gamer video game amatir membayar sesi pelatihan dengan beberapa gamer top dunia.

Sejak diluncurkan saat puncak pandemi Covid-19, Metafy telah menarik lebih dari 50.000 pengguna dan ribuan pelatih, termasuk gamer papan atas populer seperti League of Legends dan Super Smash Bros. Perusahaan telah mengumpulkan hampir 34 juta dolar AS dari investor, dan bernilai 105 juta dolar AS pada Februari 2022.

Perjalanan Metafy sejauh ini mungkin tampak seperti kisah startup yang agak konvensional. Tapi perjalanan Fabian, yang pernah hidup dari kupon makanan dan menjadi pemain tertinggi peringkat nasional di Yu-Gi-Oh!, tentu saja luar biasa.

Usia 16 Tahun Putus Sekolah

Pada usia 16 tahun, Fabian membebaskan diri dari orang tua angkatnya. Dia putus sekolah menengah dan menjadi ayah pertama kalinya pada usia 20 tahun. Untuk sementara waktu, dia dan pasangannya saat itu hidup dari kupon makanan. Bahkan, kadang-kadang mencuri popok dan perlengkapan lain untuk bayinya.

Fabian adalah seorang pembuat kode otodidak. Sumber penghasilan utamanya saat itu dari mendesain situs web kecil dengan tarif sekitar 100 dolar AS per pekerjaan. Dia pun memutuskan untuk serius berkarier demi menghidupi keluarganya, dengan kursus coding tiga bulan di Chicago, yang menghasilkan pekerjaan web designer dengan startup Obaz pada 2012.

Selain gaji, Fabian mengatakan dia, juga mendapat ekuitas di perusahaan. Ketika Groupon mengakuisisi Obaz dua tahun kemudian dengan harga sekitar 250.000 dolar AS, secara finansial menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

“Itu mengubah hidup saya,” ujar Fabian.

Setelah hampir tiga tahun di Groupon, Fabian menjauh dari dunia teknologi untuk fokus pada hasrat lain, yakni bermain game. Saat remaja, Fabian pernah mencapai peringkat teratas secara nasional di Yu-Gi-Oh! di negaranya.

Main Gim Daring 8 Jam Sehari

Pada 2016, dia menghabiskan delapan jam per hari bermain game online seperti Clash Royale dan Hearthstone, sambil melihat namanya naik ke papan peringkat.

Fabian secara teratur menyiarkan langsung permainannya di Twitch dan mem-posting video ke YouTube. Akhirnya, orang-orang meminta sesi pelatihan satu lawan satu.

“Saya melakukannya dengan bayaran 100 dolar AS per jam,” ucapnya.

Dalam enam bulan pelatihan, Fabian mendapatkan 40.000 dolar AS. Itu adalah hasil yang bagus, tetapi tidak cukup meyakinkannya untuk meninggalkan kariernya yang menguntungkan sebagai web designer.

Namun dia menyadari kewirausahaan tampaknya merupakan cara yang paling layak untuk dilakukannya. Akhirnya pada 2016, Fabian mencoba meluncurkan Kitsu, sebuah platform jejaring sosial bagi para penggemar komik anime dan manga untuk saling terhubung dan menemukan judul-judul baru. Dia berjuang, kehabisan uang, namun Fabian terus kembali ke ide pelatihan video game.

Pada saat itu, anak-anaknya secara obsesif memainkan permainan kartu perdagangan Pokémon secara online. Fabian menghubungi beberapa gamer peringkat atas untuk melihat apakah mereka bersedia melatih anak-anaknya. Salah satunya menawarkan jasa hanya dengan 20 dolar AS per jam, lebih murah dari tarif jasa babysitter anaknya.

Belakangan, Fabian menemukan sumber pendapatan utama pelatih adalah pekerjaan dengan upah minimum.

“Saya baru saja menemukan itu luar biasa. Saya tidak sendirian, dan pasti ada ratusan ribu orang yang mengalami perasaan menjadi benar-benar hebat ini — sangat sedikit orang yang pernah benar-benar hebat dalam sesuatu — dan tidak mampu mencari nafkah dengan melakukannya,” tuturnya.

Para gamer sudah mengiklankan diri mereka sebagai pelatih di platform seperti GamerSensei dan Fiverr, tetapi Fabian mengatakan, tidak satu pun dari mereka yang melayani pakar tingkat tinggi atau mengizinkan pelatih mempertahankan 100 persen dari biaya pemesanan mereka.

Dia dan Tom McNiven, seorang insinyur perangkat lunak yang dia sewa untuk membantu membangun Kitsu, mulai menyempurnakan detail untuk platform baru dan menulis kode di waktu luang mereka.

Ketika pandemi melanda, keduanya membawa ide itu ke Product Club, akselerator startup yang berbasis di San Francisco yang dijalankan oleh mantan wakil presiden Tinder Jeff Morris Jr. yang menawarkan 100.000 dolar AS dalam pendanaan startup. Metafy pun berdiri.

Hari ini, Metafy didanai dengan baik dengan aliran pendapatan yang andal. Perusahaan menghasilkan uang dari biaya 5 persen yang dibebankan kepada setiap siswa.

Fabian ingin platformnya menjadi tuan rumah konten bergaya MasterClass untuk game dan acara, di mana pelatih dan siswa dapat bertemu atau bahkan bersaing dalam kehidupan nyata.

Dia optimistis Metafy dapat menjadi startup bernilai miliaran dolar AS dalam beberapa tahun ke depan, dan secara permanen mengubah lanskap e-sports, seperti ketika Twitch mempopulerkan streaming online.

Investor Metafy yakin Fabian bisa melakukannya. Managing partner Forerunner Ventures Brian O’Malley, yang dianggap Fabian sebagai mentor terbesarnya, mengatakan bahwa dia berinvestasi karena pemahaman Fabian tentang gamer, bukan hanya apa yang mereka inginkan, tetapi apa yang akan mereka sukai jika itu tersedia.

“Itu adalah sifat satu dalam sejuta yang dapat ditemukan pada seorang founder,” kata O’Malley. **

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Via: Redaksi
Tags: GamerGimGim OnlineKAMPUSKerja SampinganMetafyPutus SekolahStartupteknologiVideo Game
Previous Post

Hasil Liga 1 2022-2023: PSIS vs Rans FC Imbang 1-1, Diwarnai Protes, Gol Marukawa Dibalas Konate

Next Post

Regresi Demokrasi dan Resentralisasi (3)

BACA JUGA

Direksi Bankaltimtara Tak Diperpanjang, Wajib Ikut Seleksi Ulang sesuai POJK Dari Bank DKI ke Bankaltimtara, Ini Rekam Jejak Romy Wijayanto yang Dipilih Jadi Dirut Kinerja Turun dan Terseret Kasus, Alasan Dirut Bankaltimtara Diganti

Direksi Bankaltimtara Tak Diperpanjang, Wajib Ikut Seleksi Ulang sesuai POJK

11 Juli 2026 | 20:46
Magnet IKN Kuat, Bandara Sepinggan Balikpapan Tembus 2,3 Juta Penumpang Tiket Pesawat ke Balikpapan Tembus Rp7 Juta Jelang Lebaran, 59 Extra Flight Ludes Terjual

Magnet IKN Kuat, Bandara Sepinggan Balikpapan Tembus 2,3 Juta Penumpang

11 Juli 2026 | 09:49
Tangis Nagita Slavina Pecah di BEI, Saham RANS Resmi IPO dan Langsung ARA!

Tangis Nagita Slavina Pecah di BEI, Saham RANS Resmi IPO dan Langsung ARA!

10 Juli 2026 | 18:39
Batu Bara Menyusut, Kutim Raup Cuan Rp35 Miliar Lewat Jualan Udara Segar

Batu Bara Menyusut, Kutim Raup Cuan Rp35 Miliar lewat Jualan Udara Segar

10 Juli 2026 | 16:48
KUR di Kaltim Tembus Rp6,5 Triliun, OJK: Jangan Asal Pinjamkan KTP!

KUR di Kaltim Tembus Rp6,5 Triliun, OJK: Jangan Asal Pinjamkan KTP!

10 Juli 2026 | 16:20
Adipt Maraja Kantongi 71 Dukungan, Koalisi Ana Monelle Ubah Peta HIPMI Bontang

Adipt Maraja Kantongi 71 Dukungan, Koalisi Ana Monelle Ubah Peta HIPMI Bontang

10 Juli 2026 | 00:24
Next Post
Regresi Demokrasi dan Resentralisasi (3)

Regresi Demokrasi dan Resentralisasi (3)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

6 Juli 2026 | 13:24
Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44
Kabar Duka: Kepala BPKAD Bontang Syahbirin Meninggal di Ruang Kerja

Kabar Duka: Kepala BPKAD Bontang Syahbirin Meninggal di Ruang Kerja

6 Juli 2026 | 15:55
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11

Terbaru

Bocah Hilang Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan Ditemukan Meninggal Dunia

Bocah Hilang Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan Ditemukan Meninggal Dunia

12 Juli 2026 | 13:21
Lautan Manusia di Balikpapan, 20 Ribu Warga Padati HUT ke-68 Kodam VI/Mulawarman

Lautan Manusia di Balikpapan, 20 Ribu Warga Padati HUT ke-68 Kodam VI/Mulawarman

12 Juli 2026 | 11:52
Modal KK dan KTP, 150 Anak Bontang Ceria Ikut Khitan Massal Pupuk Kaltim

Modal KK dan KTP, 150 Anak Bontang Ceria Ikut Khitan Massal Pupuk Kaltim

12 Juli 2026 | 11:43
Inggris vs Norwegia: Kutukan 33 Tahun Mengintai The Three Lions

Inggris vs Norwegia: Kutukan 33 Tahun Mengintai The Three Lions

11 Juli 2026 | 23:24
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved