DI TENGAH penyesuaian anggaran yang melanda berbagai sektor, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) justru mengambil langkah berbeda. Dana beasiswa dipastikan tetap utuh.
Kepastian itu disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim, Norhadi, Selasa (14/4/2026). Ia menegaskan, program Beasiswa Kutim Tuntas dan Stimulan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah pada 2026.
“Tidak ada pemangkasan untuk beasiswa. Justru anggaran di bagian lain yang kami kurangi, termasuk kegiatan di internal kami, agar program ini tetap berjalan,” ujar Norhadi.
Keputusan ini sekaligus menegaskan posisi beasiswa sebagai bagian dari program unggulan kepala daerah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di saat sektor lain harus beradaptasi dengan efisiensi, sektor pendidikan justru diperkuat.
Pemkab Kutim menyiapkan ribuan kuota beasiswa yang menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pelajar SMA hingga mahasiswa strata dua.
Berdasarkan data tahun sebelumnya, skema bantuan dibagi dalam tiga kategori:
- Beasiswa Kutim Tuntas: untuk 331 mahasiswa S1–S2, masing-masing menerima hingga Rp10 juta.
- Beasiswa Stimulan Mahasiswa: untuk 848 mahasiswa, dengan bantuan Rp6 juta (S1) dan Rp10 juta (S2).
- Beasiswa Stimulan Pelajar: untuk 2.565 siswa SMA, masing-masing Rp2,5 juta.
Jumlah tersebut diperkirakan tetap menjadi acuan pada 2026, dengan potensi penyesuaian mengikuti kebutuhan dan ketersediaan anggaran.
Tingginya minat masyarakat menjadi perhatian tersendiri. Setiap tahun, jumlah pendaftar kerap melampaui kuota yang tersedia.
Untuk itu, Pemkab Kutim menerapkan aturan ketat guna memastikan bantuan tepat sasaran. Salah satunya, larangan penerima ganda.
“Tidak boleh menerima dua beasiswa sekaligus. Kami akan lakukan sinkronisasi data dengan provinsi, Baznas, dan perusahaan. Jika ditemukan ganda, harus memilih salah satu,” tegas Norhadi.
Pendaftaran beasiswa dijadwalkan dibuka Mei 2026. Saat ini, tim Kesra tengah merampungkan persiapan teknis dan administratif.
Namun, masih ada pekerjaan rumah. Sistem pendaftaran berbasis website sedang dalam tahap perbaikan, terutama karena masih terintegrasi dengan infrastruktur program Kaltim Tuntas.
Perbaikan difokuskan pada penyempurnaan petunjuk teknis (juknis) dan sistem verifikasi, khususnya bagi calon penerima dari keluarga kurang mampu.
Beasiswa ini terbuka bagi seluruh warga Kutim, termasuk yang menempuh pendidikan di luar daerah, selama memiliki KTP Kutim.
Di balik bantuan tersebut, pemerintah menyimpan harapan besar: para penerima kembali dan berkontribusi untuk daerah.
“Jangan sampai setelah berhasil, justru bekerja di luar. Kami ingin mereka kembali, membangun Kutim agar lebih maju dan bermartabat,” ujar Norhadi.
Untuk sementara, masyarakat diminta bersabar menunggu pengumuman resmi pembukaan pendaftaran beserta detail teknisnya dalam waktu dekat. [RED]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















