Bantuan 4.750 APD Tiba di Balikpapan, Kaltim Diklaim Tak Lagi Kekurangan

  • Whatsapp
Ribuan APD bantuan tiba di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (6/5). Bantuan tersebut tiba di di Lanud Dhomber Balikpapan sekira pukul 11.30 Wita.

SEBANYAK 4.750 alat pelindung diri (APD) bantuan tiba di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (6/5). Bantuan tersebut tiba di Lanud Dhomber Balikpapan sekira pukul 11.30 Wita.

Bantuan yang ketujuh kalinya itu diserahkan Dandim Balikpapan Kol I Gusti Agung Sujarwana kepada Direktur RSKD Balikpapan Eddy Iskandar, disaksikan Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Bacaan Lainnya

Direktur RSKD Eddy Iskandar mengatakan ketersediaan stok APD di Kaltim cukup sehingga bagi rumah sakit yang kekurangan bisa mengajukan kepada dinas kesehatan masing-masing.

BACA JUGA:
Progres 76 Persen, Akses Jembatan Balikpapan ke PPU Segera Terhubung

“Bantuan ada 95 koli (4.750) semuanya APD baju hazmat. Bantuan ini akan didistribusikan kembali oleh dinas kesehatan di masing-masing daerah untuk distribusikan ke rumah sakit, ” katanya.

Menurutnya, saat ini rumah sakit yang merawat pasien Covid tidak ada lagi yang kekurangan APD. Kalaupun bantuan ini terpakai dan kurang segera meminta lagi ke dinas kesehatan di masing-masing. “Jadi tidak perlu lagi sampaikan ke medsos atau koran kekurangan APD. Mestinya tidak ada lagi karena bantuan itu datang dalam 1 minggu ini bisa dua kali,” katanya.

BACA JUGA:
Balikpapan Miliki Alat Tes Swab, Belum Beroperasi, Tunggu Teknisi dari Swis

Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menambahkan, bantuan APD ini sangat bermanfaat dan diharapkan makin memaksimalkan kerja petugas medis di lapangan.

“Selaku pemerintah daerah bagaimana kedisiplinan kita betul-betul direalisasikan. Pesan kita kepada masyarakat betul-betul ditaati karena kondisi alhamdulillah walaupun tren sedikit signifikan masih ada, kita tentu berharap sekali kepedulian masyarakat,” tuturnya.

BACA JUGA:
Data Penerima Bantuan Covid-19 di Samarinda Banyak Salah hingga Tumpang Tindih

Situasi wabah ini harus dipahami bahwa kesehatan jauh lebih utama dibandingkan hal lainnya. Kalau kita sakit sendiri tidak apa-apa. Tapi kita keluar rumah ada gejala terjangkit pasti orang-orang yang kita sayangi akan terkena dampaknya.

“Memang ini dilema pemerintah selalu menganjurkan di rumah dulu kalau memang itu tidak penting sama sekali. Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini kita diberikan kesehatan dan segera hilang virus corona dari muka bumi,” ujarnya.

Pos terkait