BALIKPAPAN, Pranala.co — Kota Balikpapan, Kaltim membuka lebar peluang investasi bagi para pelaku usaha nasional di tujuh sektor strategis. Langkah ini diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat peran Balikpapan sebagai mitra utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
Peluang ini disampaikan langsung Wakil Wali Kota (Wawali) Balikpapan, Bagus Susetyo, saat menghadiri perayaan HUT ke-53 Real Estate Indonesia (REI) di Balikpapan, Rabu (14/5/2025).
“Kami menawarkan tujuh sektor strategis, mulai dari kawasan industri, pariwisata, hingga infrastruktur layanan publik. Balikpapan memiliki posisi yang sangat vital mendukung pembangunan IKN,” ujar Bagus, mengutip Kamis (15/5/2025).
Inilah Tujuh Sektor Strategis Balikpapan yang Ditawarkan:
- Kawasan Peruntukan Industri Kariangau
- Pengembangan wilayah pesisir (coastal area)
- Permukiman dan perumahan
- Hotel dan fasilitas MICE (meetings, incentives, conventions and exhibitions)
- Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
- Pengelolaan limbah (waste management)
- Sektor pariwisata
Bagus menegaskan, sektor-sektor tersebut telah dirancang dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan dan kebutuhan masa depan Balikpapan sebagai kota penyangga IKN.
Menurut data yang disampaikan Bagus, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kota Balikpapan mencapai Rp 25,7 triliun pada tahun 2024, naik dari Rp 24,1 triliun pada tahun sebelumnya.
“Sektor logam dasar, kimia-farmasi, pertambangan, transportasi, dan industri makanan menjadi kontributor utama investasi kita,” jelasnya.
Sektor pariwisata turut mencatat angka menggembirakan dengan 2,7 juta kunjungan wisatawan pada 2024. Meski demikian, tingkat okupansi hotel masih tergolong rendah yakni 37,46 persen, dengan rata-rata lama tinggal hanya 1,2 hari.
Sementara di sektor kesehatan, Balikpapan kini memiliki 16 rumah sakit. Namun berdasarkan rencana induk kota, masih dibutuhkan lima rumah sakit tambahan hingga 2045.
Tak hanya itu, sektor perumahan pun dianggap menjanjikan. Dengan proyeksi penduduk mencapai 2,72 juta jiwa pada 2042, kebutuhan perumahan diperkirakan menyentuh 425 ribu unit rumah.
“Kami terus berinovasi dalam layanan publik, termasuk pengembangan Mal Pelayanan Publik, aplikasi digital, dan sistem pelaporan online, agar investasi lebih mudah dan cepat,” kata Bagus.
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menyambut baik langkah Pemkot Balikpapan. Ia menilai keberanian kota ini membuka peluang investasi adalah sinyal positif bagi pelaku usaha properti.
“Kalau daerah sudah ‘welcome’, tentu kita berharap dari sisi birokrasi dan perizinan juga sudah ditata. Ini penting agar proses investasi tak terhambat,” kata Joko.
Menurutnya, sektor properti seperti pergudangan, perumahan, hingga kawasan perkotaan adalah lini yang sangat potensial untuk dikembangkan di Balikpapan.
“REI sangat terbuka mempelajari peluang ini. Jika regulasi mendukung dan potensi jelas, tentu kami siap masuk,” tegasnya.
Wawali Bagus berharap momentum HUT REI ke-53 ini tak sekadar seremonial, melainkan menjadi tonggak sinergi konkret antara pemerintah daerah dan pelaku usaha properti nasional.
“Sinergi ini bukan hanya untuk Balikpapan, tapi untuk Indonesia, terutama dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara,” pungkasnya. [ANTARA/ID]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















