ATM Bankaltimtara Dibongkar Paksa, Pelaku Belum Diketahui

  • Whatsapp
Petugas saat mengecek kondisi ATM Bankaltimtara usai dibongkar paksa, di Jalan Pangeran Antrasari Kota Samarinda, Selasa (4/5). [Istimewa]

SAMARINDA – Aksi pencurian dengan cara membobol mesim Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kembali terjadi di Samarinda. Kali ini aksi pembobolan ATM itu menyasar milik BPD Kaltimtara yang berada di Jalan Pangeran Antasari, Samarinda Ulu, Samarinda atau tepatnya di halaman PT Kaltim Venture, Selasa (4/5).

Satpam PT SKV Tulus Susilo (41) tak mengira, jika mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bankaltimtara di area perusahaannya habis dibongkar paksa oleh pelaku yang belum diketahui.

Bacaan Lainnya

“Saya datang kondisinya sudah terbongkar. Saya kira ATM BPD ini sedang diperbaiki, diservis,” kata Tulus, saat ditemui pewarta di lokasi kejadian.

Sebagai informasi, di area PT SKV ada tiga bilik ATM, milik Bankaltimtara ada di bagian tengah. ATM lain dalam kondisi normal. Pelaku belum diketahui, apalagi CCTV perusahaan tempat ia bekerja tidak mengarah ke galeri ATM.

“CCTV ada tapi tidak sampai (mengarah ke ATM),” ujar Tulus.

Tulus baru mengetahui ATM tersebut baru saja dibongkar paksa, usa bertemu dengan dua satpam dari pihak bank. Kata dia, sekuriti Bankaltimtara tiba di lokasi dan memberi tahu jika ATM dibobol orang.

“Saya bilang bukannya lagi diperbaiki? Bilangnya bukan, ini dibobol,” terang Tulus.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena membenarkan telah terjadi aksi pembobolan mesin ATM di Jalan Pangeran Antasari. Saat ini tengah dalam proses penyelidikan pihaknya.

“Kami sudah terima laporan, dan pada pukul 9 pagi tadi kami sudah mendatangi lokasi. Dan saat ini telah memeriksa beberapa saksi, termasuk memeriksa hasil CCTV perusahaan serta ATM,” jelas Andika.

Dia menerangkan, dari kejadian tersebut pihaknya tidak mengetahui pasti kerugian atas kejadian itu walaupun telah dibobol. Karena dari keterangan sementara pihak sekuriti BPD Kaltimtara mengatakan uang yang ada di mesin ATM tak berkurang.

“Soal kerugian, kami masih menunggu hasil dari pihak asesmen, tapi dari pihak bank mengakui uang mesih di dalam mesin ATM masih utuh,” bebernya.

Lebih lanjut, Andika mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi-saksi dan rekaman CCTV. “Semuanya kami ambil keterangannya nanti, termasuk CCTV dan semuanya kami cek. Apakah ini pencurian atau tindakan perusakan,” pungkasnya. **

Pos terkait