Sebelum Larangan Mudik, Pelabuhan di Balikpapan Padat Penumpang

  • Whatsapp
Pemudik terpantau memadati Pelabuhan Semayang Balikpapan, Selasa (4/5/2021) pagi. [Tuntun Siallagan/SuaraKaltim.id]

BALIKPAPAN – Dua hari sebelum larangan mudik berlaku yakni mulai 6 sampai 17 Mei 2021, Pelabuhan Semayang yang berada di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) sudah dipadati pemudik yang datang dari luar Balikpapan maupun yang hendak keluar dari Balikpapan.

Lima pintu masuk pelabuhan terlihat ramai pemudik yang antre. Begitu juga dengan ruang tunggu, semua penuh dan bahkan ada yang terlihat membentangkan tikar di teras pelabuhan.

Bacaan Lainnya

Salah satu pemudik yang datang dari Parepare, Sulawesi Selatan, Edi (28) mengatakan, dia bersama keluarga hanya singgah di Balikpapan sebelum berlayar kembali ke Talisayan, Kabupaten Berau, Kaltim.

“Kemarin sore berangkat dari Parepare. Tadi jam 9 nyampai di sini. Belum tahu jam berapa berangkat ke Berau,” ujarnya, Selasa (4/5).

Edi sendiri mengaku, memilih mudik tahun ini karena memang tidak dilarang. Kebetulan mereka sudah tidak pulang kampung sejak tahun 2018 yang lalu.

“Sebelum tanggal 6 ‘kan masih boleh. Makanya kami mudik sebelum tanggal itu. Sejak nikah kami belum ada pulang, jadi tahun ini diperbolehkan mudik, kami mudik ke rumah mertua,” ungkapnya.

Sementara saat disinggung soal kepulangan sehabis lebaran, pria yang mempunyai anak satu ini mengaku belum tahu secara pasti. Dia mengaku akan pulang ke Sulawesi jika pelabuhan sudah dibuka kembali.

“Kalau pulangnya nanti belum tahu. Kapan pelabuhan dibuka di situ kami baru pulang nanti,” katanya.

Sementara alasan berbeda disampaikan oleh pemudik lainnya, Hamsyah (45) warga Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dikatakannya, dia memilih mudik ke Sulawesi dari Balikpapan karena tidak ada kapal dari Samarinda.

“Kami juga belum ada tiket. Masih dipesan sama teman. Kami ke sini karena tidak ada kapal dari Samarinda,” ujarnya mengutip Suarakaltim.id.

Hamsyah dan keluarga mengaku memilih pulang kampung bukan karena semarak lebaran tahun ini, melainkan karena orangtua sakit dan sudah tidak pulang kampung selama delapan tahun.

“Bukan karena lebaran, tapi karena bapak saya sakit dan disuruh pulang. Rencana tahun lalu, tapi karena tahun ini boleh, baru kami pulang kampung,” akunya.

Secara kasat mata, Hamsyah memang tengah sakit. Kakinya sedikit pincang karena kecelakaan yang dialaminya. Meski dalam proses pengobatan, dia memilih pulang kampung karena ingin bertemu dengan orangtua yang tengah sakit dan berusia ujur. **

Pos terkait