SAMARINDA, Pranala.co — Harap cemas masih menyelimuti warga Simpang Pasir, Palaran, Samarinda. Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun, Ezekiel Jenoah Putra Sampurna, dilaporkan hanyut di aliran anak Sungai Simpang Pasir, Selasa sore (13/5/2025) sekira pukul 17.00 WITA. Hingga hari kedua, Rabu (14/5), pencarian intensif terus dilakukan tim gabungan.
Anak malang itu terakhir terlihat di sekitar jembatan kecil dekat rumahnya. Hujan deras yang mengguyur Palaran sejak sore hari membuat debit sungai meningkat drastis, arusnya deras, dan membahayakan.
Sepeda kecil milik Ezekiel ditemukan tergeletak tak jauh dari jembatan, pertanda awal yang membuat keluarga segera melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang.
Kasat Polairud Polresta Samarinda, AKP Rachmat Aribowo, yang memimpin langsung operasi, mengatakan bahwa pencarian dilakukan dari dua sisi: lewat penyisiran sungai menggunakan perahu karet, dan penelusuran darat oleh tim relawan serta aparat gabungan.
“Arus sungai sangat deras, cuaca juga sering berubah-ubah. Ini tantangan berat, tapi kami tidak akan berhenti sampai korban ditemukan,” tegas AKP Rachmat di lokasi pencarian, Rabu siang.
Tim SAR yang terdiri dari Polairud, Basarnas, BPBD Samarinda, relawan, hingga warga sekitar menyisir sungai hingga ke hilir dan dermaga Pasar Palaran.
Pada Rabu siang, titik terang muncul: sebuah sandal anak ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi diduga awal korban hanyut. Sandal itu mirip dengan yang dikenakan Ezekiel saat terakhir terlihat.
Temuan tersebut menjadi petunjuk penting bagi tim untuk mempersempit area pencarian. Posko utama pencarian didirikan di RT 025 Kelurahan Simpang Pasir. Dari tempat itulah seluruh koordinasi dan pemantauan dilakukan.
Hingga Rabu sore, Ezekiel belum ditemukan. Namun, semangat dan solidaritas para petugas dan masyarakat tetap menyala. Pencarian akan kembali dilanjutkan Kamis pagi (15/5) mulai pukul 07.00 WITA, dengan strategi yang lebih terfokus.
Operasi pencarian ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Sejumlah warga turut menyumbangkan logistik dan tenaga, bergantian membantu di posko maupun menyusuri tepi sungai. [AM]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















