Pranala.co, BONTANG — Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Kota Bontang berjalan lebih awal dan tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh tahapan utama kini hampir rampung, membuat sebanyak 112 calon jemaah haji (calhaj) dapat menunggu keberangkatan dengan lebih tenang.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bontang, Najmuddin Tamini, menjelaskan percepatan persiapan dimulai dari proses pelunasan Ongkos Naik Haji (ONH) yang berhasil diselesaikan lebih cepat dari jadwal tahun sebelumnya.
Jika pada tahun lalu pelunasan baru dimulai pada awal Februari, maka pada 2026 proses tersebut telah dituntaskan sejak Januari. Percepatan ini berdampak langsung pada tahapan pembinaan jemaah.
“Karena pelunasan lebih cepat, pelaksanaan manasik haji juga bisa dimulai lebih awal sejak Februari. Saat ini, jemaah pada dasarnya tinggal menunggu jadwal keberangkatan,” ujar Najmuddin, Kamis (26/2/2026).
Berdasarkan jadwal sementara, calon jemaah haji asal Bontang diproyeksikan berangkat menuju Tanah Suci pada pertengahan Mei 2026. Seluruh jemaah tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 14.
Keberangkatan akan dilakukan melalui Embarkasi Balikpapan di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.
Najmuddin menjelaskan, embarkasi Balikpapan menjadi salah satu pusat layanan keberangkatan haji di kawasan timur Indonesia yang melayani jemaah dari empat provinsi sekaligus, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.
Karena itu, kesiapan administrasi serta kedisiplinan waktu para jemaah menjadi faktor penting agar proses pemberangkatan berjalan lancar sesuai jadwal nasional.
Meski seluruh tahapan administrasi dan pembinaan utama telah selesai, Kementerian Agama Kota Bontang mengingatkan calon jemaah agar tetap menjaga kondisi fisik selama masa tunggu sekitar dua bulan ke depan.
Kesehatan menjadi syarat utama sebelum jemaah memasuki asrama haji, karena pemeriksaan kesehatan ulang akan kembali dilakukan menjelang keberangkatan.
“Kesehatan jemaah sangat menentukan. Akan ada pemeriksaan ulang saat masuk asrama haji, sehingga kami berharap kondisi fisik benar-benar prima,” katanya.
Selain kesiapan fisik, pemahaman manasik haji juga terus ditekankan. Calon jemaah diimbau memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memperdalam tata cara ibadah agar mampu menjalankan seluruh rangkaian haji secara mandiri.
Menurut Najmuddin, bekal pemahaman ibadah akan membantu jemaah lebih tenang dan fokus selama berada di Tanah Suci.
“Dengan pemahaman manasik yang baik, jemaah tidak mudah bingung dan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk. Harapannya seluruh calon jemaah haji Bontang dapat menunaikan ibadah dengan lancar serta meraih haji yang mabrur,” pungkasnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















