Pranala.co, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tetap memprioritaskan sektor pendidikan meski saat ini berada dalam masa efisiensi anggaran. Tahun 2026, pemerintah daerah memfokuskan program pembangunan pada percepatan infrastruktur fisik sekolah guna mengatasi kekurangan ruang belajar di sejumlah wilayah.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang akrab disapa Harum, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan menjadi kebutuhan mendesak, terutama di daerah dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama adalah Kota Balikpapan. Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah daerah, kota tersebut masih mengalami kekurangan gedung sekolah hingga mencapai 48 persen.
Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap akses pendidikan masyarakat, khususnya setiap tahun ajaran baru ketika banyak calon peserta didik kesulitan memperoleh bangku di sekolah negeri.
“Ketimpangan ini menyebabkan banyak calon siswa kesulitan mendapatkan sekolah negeri yang memadai,” ujar Rudy Mas’ud.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur merencanakan pembangunan tiga hingga empat gedung sekolah baru yang akan mulai dikerjakan pada tahun anggaran 2026.
Menurut gubernur, pembangunan tersebut menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi kepadatan sekolah sekaligus meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar.
“Tahun ini, mudah-mudahan tidak ada halangan, kita akan membangun tiga atau empat gedung sekolah baru. Fokus utama kita Balikpapan yang kekurangan gedung sekolahnya mencapai 48 persen, dan sisanya akan dibangun di Berau. Saya tegaskan ini dikerjakan tahun ini juga,” tegasnya.
Selain Balikpapan, Kabupaten Berau turut masuk dalam prioritas pembangunan infrastruktur pendidikan tahun ini. Pemerintah ingin memastikan pemerataan akses pendidikan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah penyangga.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kesenjangan fasilitas pendidikan antarwilayah di Kalimantan Timur.
Rudy Mas’ud mengakui bahwa tantangan pembangunan sektor pendidikan di Kalimantan Timur masih cukup besar. Sejumlah daerah lain juga tercatat masih mengalami kekurangan sarana dan prasarana sekolah.
Namun demikian, pemerintah memastikan pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.
Jika pada 2026 fokus diarahkan pada Balikpapan dan Berau, maka perencanaan pembangunan berikutnya akan menyasar wilayah lain yang memiliki persoalan serupa.
“Kita akui masih banyak kekurangan gedung sekolah di berbagai titik di Kaltim. Tahun ini kita mulai dari wilayah paling krusial, dan pada 2027 akan ada perencanaan lanjutan. Pembenahan ini akan terus berjalan agar seluruh anak-anak kita bisa bersekolah dengan fasilitas yang layak,” pungkasnya. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami














