Penajam, PRANALA.CO – Hari baru, wajah lama. Polres Penajam Paser Utara (PPU) kembali menunjukkan bahwa perang terhadap narkotika belum berakhir. Selasa (29/4/2025), suasana di Mapolres PPU terasa serius ketika Kapolres AKBP Andreas Alek Danantara memimpin konferensi pers pengungkapan kasus sabu seberat lebih dari 100 gram.
Bukan jumlah kecil. Lebih dari cukup untuk mengisi ratusan paket kecil, lebih dari cukup untuk menghancurkan banyak masa depan.
Adalah S (19), pemuda asal Nenang, Kecamatan Penajam, yang kali ini harus berurusan dengan hukum. Ia diamankan di pinggir jalan Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, saat sedang menunggang sepeda motor Honda Beat berwarna merah hitam. Gerak-geriknya mencurigakan, dan seperti pepatah: siapa yang gelisah, biasanya menyimpan sesuatu.
Benar saja. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan empat paket sabu yang dibungkus rapi dalam kemasan teh kotak. Seolah berusaha mengelabui—tapi tidak cukup lihai.
“Kami dapat informasi dari masyarakat soal aktivitas mencurigakan di daerah itu. Setelah kami selidiki, ternyata benar. Sabu seberat lebih dari 100 gram kami amankan dari tangan tersangka,” ujar Kapolres dalam pernyataannya.
Dalam konferensi pers itu, Kapolres didampingi KBO Satresnarkoba Ipda Deden Mulyana, Kanit Narkoba Ipda Ketut Irmawan, dan Kasi Humas Aipda Syafruddin. Mereka memaparkan bahwa selain sabu, polisi juga menyita satu unit gawai, uang tunai Rp350 ribu, serta motor yang digunakan tersangka.
Tersangka kini harus menghadapi Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya tidak main-main: minimal 6 tahun penjara, maksimal seumur hidup, bahkan bisa dihukum mati jika terbukti sebagai bagian dari jaringan besar.
“Kasus ini belum selesai. Kami masih terus kembangkan. Bisa jadi, tersangka bukan pemain tunggal,” ujar Ipda Deden, menyiratkan bahwa mata rantai peredaran sabu di wilayah ini masih mungkin panjang.
Kapolres PPU menegaskan bahwa pihaknya tak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang berani melapor.
“Kami sangat terbantu oleh informasi dari warga. Ini bukti bahwa memerangi narkoba bukan hanya tugas polisi, tapi kita semua,” tutupnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















Comments 2