Waspada Penipuan Modus Sumbangan!

Ilustrasi. [Romi]

pranala.co  Masyarakat Kota Bontang, Kalimantan Timur diminta lebih berhati-hati memberi sumbangan. Baik sumbangan atas nama lembaga zakat atau oknum yang mengatasnamakan rumah ibadah. 

Pasalnya, ada dugaan terdapat Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang tidak transparan. Juga oknum yang menarik sumbangan dengan alasan pembangunan rumah ibadah diduga fiktif. 

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bontang mengimbau warga agar lebih teliti saat ingin menyumbang. Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kemenag Bontang, Yarkani mengatakan, untuk menarik sumbangan ke warga, ada aturannya. Misalnya sumbangan yang mengatasnamakan masjid harus mengantongi surat izin dari Kemenag Bontang. Untuk lembaga LAZ, juga harus terdata Kemenag. 

“Harus ada surat izin baru boleh meminta sumbangan,” Kata Yarkani saat dihubungi baru-baru ini.

Jika tidak ada, masyarakat berhak tidak memberikan sumbangan. Hal ini untuk mengantisipasi penipuan. Apalagi jika sudah mengatasnamakan rumah ibadah. 

Yarkani mengingatkan, modus tindakan menyimpang itu biasanya muncul di keramaian. Bahkan kerap mendatangi rumah-rumah warga. Jika mendapati hal itu, warga diimbau untuk menanyakan legalitas dari oknum peminta sumbangan itu. 

Belum cukup di situ, masyarakat juga harus lebih teliti. Biasanya, penipu juga punya berkas-berkas yang hampir meyakinkan. Contohnya dokumen rekomendasi dari rumah ibadah di luar daerah. Bisa juga dari wilayah yang terisolir, dan jarang diketahui banyak orang. 

“Biasanya mereka pakai nama-nama masjid yang ada di jalan kilo. Karena tidak banyak yang tahu,” ujarnya.

Tak hanya itu, ada juga oknum yang menggunakan dokumen yang masa berlakunya sudah habis, tapi digunakan lagi untuk kepentingan pribadi. Mereka menganggap surat rekomendasi seperti itu tak terlalu diperhatikan oleh masyarakat. 

“Karena yang kasih sedekah itu tidak begitu perhatikan,” bebernya.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk menolak memberikan sedekah, yang belum begitu jelas sumber dan alur penyaluran hasil sumbangan. Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat proaktif. Misalnya membuat aduan ke Kemenag jika menemukan oknum peminta sumbangan yang dicurigai ilegal. Pihaknya berjanji akan menindak lanjuti.

 “Selama ini memang kami belum dapat laporan. Makanya masih kami pantau,” katanya. **

 

 

Penulis : Romi Ali Darmawan

More Stories
Liberika Kayong, Varietas Kopi Pertama Pulau Kalimantan