PENANGANAN banjir di kawasan Jalan HM Ardan, Kota Bontang, menunjukkan tren positif. Pembangunan drainase terpadu dan penataan trotoar senilai Rp13,8 miliar tersebut kini mencatatkan progres fisik hingga 37,8 persen, lebih cepat dari jadwal target awal.
Pemerintah Kota Bontang memproyeksikan proyek infrastruktur pengerjaan tahun anggaran 2026 ini selesai sepenuhnya pada akhir November mendatang.
"Pekerjaan sudah mencapai 37,8 persen dan saat ini masih berada di jalur yang lebih baik dari target karena mengalami deviasi positif," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Much Cholis Edy Prabowo, Kamis (13/8/2026).
Edy menjelaskan, pengerjaan yang ditangani oleh CV Riyu Bangun Nusa ini mencakup lintasan sepanjang 700 meter. Titik pengerjaan dimulai tepat dari persimpangan empat lampu merah Pisangan.
Fokus utama proyek dialokasikan untuk pembenahan kapasitas dan alir air pada sistem saluran bawah tanah. Hal ini dilakukan guna memutus potensi genangan air yang kerap menggenangi badan jalan saat intensitas hujan tinggi.
Kabid Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang, Edi Suprapto, menegaskan penataan fasilitas jalan pedestrian sekadar pelengkap dari fungsi utama penanggulangan banjir.
"Pembangunan drainase ini menjadi prioritas utama. Sedangkan trotoar yang dibangun untuk melengkapi penataan kawasan sekaligus memberikan ruang yang lebih aman bagi pejalan kaki," terang Edi.
Berbeda dengan kawasan pedestrian di sudut kota lainnya, penataan trotoar di sepanjang Jalan HM Ardan dipastikan minim ornamen. Pemerintah Kota Bontang memutuskan tidak memasang fasilitas tempat duduk maupun bangku taman.
Keputusan penataan tanpa kursi ini didasari oleh ukuran lebar badan jalan yang terbilang sempit. Penambahan fasilitas berkumpul dikhawatirkan dapat mengganggu akses pejalan kaki dan memicu kemacetan arus lalu lintas.
"Fokusnya adalah fungsi. Kami ingin drainase bekerja maksimal dan trotoar tetap nyaman digunakan pejalan kaki tanpa mengganggu akses kendaraan," ujar Edi menambah uraiannya.
Pengerjaan infrastruktur drainase tahun ini merupakan tahap lanjutan dari program penataan kawasan HM Ardan secara menyeluruh. Pada 2025 lalu, pembenahan ruas jalan ini menyerap Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim sebesar Rp22,6 miliar.
Secara akumulatif, penataan menyeluruh koridor HM Ardan membentang sepanjang 1,7 kilometer dari area Lapangan HOP hingga simpang empat Pisangan.
Infrastruktur yang terintegrasi ini diharapkan menjadi solusi permanen atas ancaman luapan air hujan sekaligus merapikan tata ruang pusat aktivitas masyarakat Kota Bontang. (*)















