PENATAAN Jalan MT Haryono Balikpapan kembali berlanjut. Pemerintah Kota menggelontorkan anggaran sekira Rp33 miliar untuk membangun drainase permanen dan pedestrian di salah satu ruas jalan tersibuk di Kota Minyak itu.
Meski progres fisiknya hingga awal Juli baru sekira empat persen, proyek ini diharapkan mampu mengatasi persoalan genangan yang kerap muncul saat hujan sekaligus menghadirkan wajah baru kawasan yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Pekerjaan dibagi menjadi dua paket utama. Paket pertama berupa pembangunan saluran drainase permanen sepanjang sekitar 500 meter di sisi kiri jalan menggunakan material pracetak (precast) dengan nilai sekira Rp13 miliar.
Adapun paket kedua mencakup pembangunan pedestrian lengkap dengan lampu penerangan dan pot tanaman senilai sekira Rp20 miliar.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan penataan Jalan MT Haryono dilakukan secara bertahap agar kawasan tersebut menjadi lebih tertata dan memiliki fungsi yang lebih baik bagi masyarakat.
"Kita melanjutkan penataan ruas Jalan MT Haryono. Yang pertama membangun saluran drainase permanen, kemudian dilanjutkan dengan pedestrian sehingga kawasan ini menjadi lebih tertata," ujar Bagus, Selasa (7/7/2026).
Wawali Bagus menegaskan proyek tidak boleh mengganggu aktivitas warga maupun membahayakan pengguna jalan. Apalagi, lokasi pekerjaan berada di salah satu koridor dengan volume lalu lintas paling padat di Balikpapan.
Karena itu, kontraktor diminta memasang pagar pengaman, seng pembatas, rambu lalu lintas, hingga melakukan pengaturan arus kendaraan selama pekerjaan berlangsung.
"Ini berada di kawasan dengan lalu lintas yang sangat tinggi. Jangan sampai terjadi kecelakaan atau musibah akibat pekerjaan ini," tegasnya.
Ia juga meminta Dinas Pekerjaan Umum bersama konsultan pengawas mengawasi penggunaan alat berat agar tidak merusak badan jalan yang masih digunakan masyarakat setiap hari.
Menurut Bagus, perlindungan terhadap lapisan aspal harus menjadi perhatian sehingga kondisi jalan tetap baik setelah proyek rampung.
"Kalau menggunakan alat berat, siapkan perlengkapannya supaya tidak merusak aspal. Konsultan dan Dinas PU harus mengawasi dengan baik agar setelah proyek selesai kondisi jalannya tetap bagus," katanya.
Selain aspek keselamatan, kebersihan area proyek juga menjadi perhatian Pemkot Balikpapan.
Bagus meminta seluruh material sisa pekerjaan dibersihkan sebelum jam sibuk pada pagi hari agar tidak mengganggu arus kendaraan maupun membahayakan pengendara.
"Kalau bekerja malam, pagi sebelum jam lima lokasi harus sudah dibersihkan. Jangan sampai material proyek membuat jalan kotor dan mengganggu pengguna jalan," ujarnya.
Tak hanya itu, seluruh pekerja diwajibkan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap.
"Saya minta seluruh pekerja menggunakan alat pelindung diri seperti helm proyek, sepatu keselamatan, dan perlengkapan lainnya. Lebih baik mencegah daripada nanti terjadi musibah yang justru menimbulkan kerugian lebih besar," tegas Bagus.
Pemkot Balikpapan berharap proyek senilai Rp33 miliar tersebut dapat diselesaikan sesuai jadwal kontrak yang berakhir pada 31 Desember 2026, bahkan bila memungkinkan lebih cepat.
Meski percepatan terus didorong, dia mengingatkan kualitas pembangunan tidak boleh dikorbankan. Harapannya, penataan Jalan MT Haryono bukan hanya mengurangi genangan saat hujan, tetapi juga menghadirkan kawasan yang lebih aman, nyaman, dan tertata bagi masyarakat yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut. (*)
















