WILAYAH Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,2, Jumat (21/8/2026) pukul 01.12 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan guncangan di laut timur laut Nagekeo ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Pusat gempa bumi berada pada koordinat 8,38° LS dan 120,60° BT, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 41 km arah timur laut Nagekeo dengan kedalaman hiposenter 23 kilometer.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa guncangan yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust," ujar Wijayanto dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Hasil analisis mekanisme sumber BMKG menunjukkan bahwa peristiwa tektonik ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
BMKG mengonfirmasi bahwa guncangan M 5,2 Jumat dini hari ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan (aftershock) atas peristiwa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Sejak gempa utama mengguncang pada pertengahan Agustus tersebut, aktivitas tektonik di sesar naik belakang busur Flores masih terus berlangsung aktif.
Data monitoring BMKG mencatat hingga Kamis (20/8/2026) pukul 23.00 WIB, telah terjadi sebanyak 4.084 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M 6,2.
Skala Intensitas dan Wilayah yang Merasakan
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), guncangan dirasakan di sejumlah kabupaten di NTT dengan intensitas bervariasi:
Skala IV MMI (dirasakan banyak orang dalam rumah): Sambi Rampas (Manggarai Timur), Reok (Manggarai), serta Kota Ruteng.
Skala III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah seperti truk berlalu): Kota Borong, Kota Bajawa, dan Kota Mbay.
Skala II MMI (getaran dirasakan beberapa orang, benda ringan digantung bergoyang): Kota Labuan Bajo.
Menanggapi rentetan gempa bumi susulan yang masih terjadi, BMKG meminta masyarakat Flores dan sekitarnya untuk tetap tenang serta rasional.
"Masyarakat diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," kata Wijayanto.
Masyarakat juga diminta tidak teperdaya oleh hoaks atau isu tak bersumber resmi. Pastikan seluruh informasi pemutakhiran hanya berasal dari kanal resmi BMKG seperti aplikasi Mobile Apps InfoBMKG, situs web resmi, atau akun media sosial terverifikasi @infoBMKG. (*)















