[the_ad id="20373"]
pranala.co - DPRD Bontang memberi waktu setahun kepada Perusda AUJ Bontang untuk memperbaiki dan membenahi internal perusahaan. Terutama membenahi manajemen 7 unit usaha Perusda AUJ Bontang yang saat ini belum memberikan dividen ke daerah.
Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam berujar Perusda AUJ diberikan kesempatan waktu untuk memperbaiki internal perusahaan sebelum menetapkan rencana bisnis ke depan.
Dalam waktu setahun itu, per 3 bulan sekali Perusda AUJ wajib melaporkan perkembangan atau progres kinerja ke Komisi II DPRD Bontang.
“Kita pantau terus per 3 bulan. Jangan sampai justru tidak ada progres,” kata Rustam.
Menurutnya, Perusda AUJ wajib merampingkan unit usaha yang dianggap tidak produktif lagi. Sebab jika selalu dipertahankan, maka biaya yang dikeluarkan setiap tahunya akan membengkak. Misalnya seperti pajak dan biaya operasional.
“Kalau bisa dari 7 unit usaha itu ada yang di stopkan saja dari pada jadi beban cost,” bebernya.
Rustam menegaskan, perusahaan pelat merah ini butuh pemimpin yang visioner dan memiliki ide-ide yang brilian.
Sebagai bahan kontrol Komisi II, nantinya rapat evaluasi bakal rutin dilakukan bersama Perusda AUJ setiap tiga bulan sekali. Harapannya, dewan bisa tahu progres yang dilakukan Perumda AUJ secara berkala.
“Kami minta Perusda AUJ bisa menangkap berbagai peluang bisnis. Sektor bisnis yang ada sat ini dan belum tergarap maksimal, segera maksimalkan,” pesan Rustam.
Dikonfirmasi Direktur Perusda AUJ, Abdu Rahman menuturkan jika waktu yang diberikan itu akan dimaksimalkan untuk perbaikan internal.
“Sebab untuk sementara ini bebankan untuk menarik dividen, belum bisa. Karena kita butuh perbaikan. Ibarat mobil, Perumda AUJ ini bekas mobil. Bukan mobil bekas,” tandasnya.
Sebagai informasi, selain BPR dan PT LBB, Perumda AUJ juga memiliki beberapa unit usaha lain. Antara lain Bontang Transport (penyewaan kapal Bontang express), Bontang Berkah Jaya (bingkar muat), Jasa Amanah Bontang (kepelabuhanan), Bontang Karya Utamindo (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan), dan Bontang Investindo Karya Mandiri (periklanan). (ADS)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News















