SAMARINDA, Pranala.co - Ardiansyah Putra bukan satu-satunya yang merasakan getirnya bekerja di Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) Samarinda. Ada sosok lain, sebut saja X, yang mengalaminya hampir serupa.
X mulai bekerja sejak 10 Desember 2023. Ia bertugas sebagai bidan. Namun, statusnya tidak jelas. Awalnya, dia masuk sebagai karyawan training lewat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Setelah masa training habis, dia tetap bekerja. Tapi, tanpa kontrak tertulis.
"Saya tetap dipekerjakan walau tanpa perjanjian," kata X saat diperiksa oleh Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Rabu (28/5).
Soal gaji, X mengaku menerima secara campur-campur. Saat training, upahnya antara Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta. Setelah itu naik menjadi Rp 3,3 juta, lalu Rp 3,5 juta pada Agustus 2024.
Pembayaran, kadang awal bulan, kadang akhir bulan. Bisa lewat transfer, bisa tunai.
Upah lembur juga ada, mulai Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu per periode, dibayarkan bersamaan dengan gaji pokok.
Namun yang paling menyakitkan, X tidak pernah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.
"Saya tidak pernah jadi peserta BPJS," ungkapnya dengan nada kecewa.
Kasus tunggakan gaji ini mulai ramai sejak Maret 2025. Kini, manajemen RSHD Samarinda menghentikan operasional dan pelayanan sejak 7 Mei 2025. Rumah sakit sepi, pintu gerbang tertutup rapat. Tidak ada aktivitas tenaga medis, perawat, dokter, maupun pasien.
Manajemen menjanjikan penyelesaian hak karyawan paling lambat 29 Agustus 2025, seperti tertulis dalam surat pengumuman yang ditandatangani Plt Direktur RSHD, Setiyo Irawan.
Nasib para pekerja RSHD Samarinda kini masih menunggu kejelasan. Sementara itu, pemerintah daerah dan Disnakertrans terus mengawal kasus ini demi hak-hak pekerja terpenuhi.
Berdasarkan pantauan media ini, kondisi RSHD Samarinda masih tampak sepi. Gerbang utama tertutup rapat dan tidak terlihat lagi aktivitas tenaga medis, perawat, dokter, maupun pasien. [FAI]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















