Sendawar, PRANALA.CO - Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim) belum kering. Air masih menggenangi rumah-rumah, pelataran, bahkan jalan-jalan utama di lima kecamatan. Muara Lawa, Damai, Tering, Long Iram, dan Melak—semuanya basah. Bukan hanya basah, tapi tenggelam hingga sebatas dada orang dewasa.
Sudah satu pekan lebih hujan turun nyaris tanpa jeda. Sungai meluap, parit-parit tak mampu menampung limpahan air. Pemkab Kubar pun tak punya pilihan lain selain memperpanjang status siaga darurat banjir. Terhitung sejak 14 April 2025, status itu akan berlaku selama dua bulan ke depan. Semacam sinyal bahwa kondisi bisa saja memburuk.
“Status siaga kita perpanjang. Air belum juga surut, dan curah hujan masih tinggi,” ujar Bahtiar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat, Kamis (17/4/2025).
Ketinggian air bervariasi. Di beberapa titik, air naik hingga 2 meter. Rumah panggung masih bisa bertahan, tapi rumah permanen mulai kesulitan. Di banyak kampung, dapur tergenang, ruang tamu berubah jadi kolam, dan warga tak punya pilihan selain bertahan—menunggu air surut yang entah kapan datangnya.
Lebih dari 500 rumah dilaporkan terendam. Tapi, pengungsian belum ramai. Warga memilih tinggal di rumah. Beberapa menaikkan perabot ke lantai dua, yang lain membangun panggung darurat dalam rumah. Ada juga yang bertahan di loteng, sambil memantau tinggi air.
“Kita belum naikkan status ke tanggap darurat. Tapi kalau air makin naik, apalagi sampai ke bantaran Sungai Mahakam dan Sungai Kedang Pahau, kita siap,” tegas Bahtiar.
Saat ini, petugas BPBD, relawan, dan pemerintah setempat terus berjibaku. Menyisir kampung demi kampung, membagikan bantuan logistik, dan memantau titik-titik rawan. Tapi tantangan terus datang. Hujan masih turun, dan jalan-jalan banyak yang tak bisa dilewati kendaraan biasa.
Belum ada korban jiwa. Tapi bayang-bayang banjir yang makin luas mulai menghantui. Di beberapa tempat, sekolah diliburkan, dan aktivitas ekonomi tersendat. Kutai Barat belum aman. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















