Pranala.co, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kini punya langkah nyata melawan rabies. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), pemerintah resmi membuka tujuh Rabies Center yang tersebar di enam kecamatan. Fasilitas ini siap melayani warga yang mengalami gigitan hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, maupun kera.
Kehadiran Rabies Center ini diharapkan menjadi garda terdepan penanganan cepat bagi masyarakat agar terhindar dari penyakit mematikan tersebut.
“Kami ingin memastikan setiap warga yang tergigit hewan berisiko rabies mendapatkan penanganan sesuai prosedur medis, mulai dari pencucian luka hingga vaksin anti-rabies,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Alwiati, Kamis (6/11/2025).
Setiap Rabies Center akan memberikan layanan darurat dengan protokol penanganan yang sama. Proses dimulai dari pencucian luka menggunakan air mengalir dan sabun minimal 15 menit, dilanjutkan dengan pemberian vaksin anti-rabies (VAR).
Jika kondisi pasien dinilai berat, dokter juga akan memberikan serum anti-rabies (SAR) dan obat simptomatis sesuai kebutuhan klinisnya.
“Penanganan cepat dalam 24 jam pertama sangat menentukan keselamatan pasien. Jadi, jangan menunda datang ke Rabies Center jika digigit atau dicakar hewan mencurigakan,” imbau Alwiati.
Lokasi 7 Rabies Center di Balikpapan
Adapun tujuh fasilitas kesehatan yang kini menjadi Rabies Center meliputi: Puskesmas Klandasan Ilir; Puskesmas Mekar Sari; Puskesmas Baru Ulu; Puskesmas Kariangau; Puskesmas Karang Joang; Puskesmas Sepinggan; dan Puskesmas Manggar Baru.
Seluruh layanan dibuka setiap hari kerja dan siap menerima pasien darurat kapan saja.
Data Dinas Kesehatan mencatat, sepanjang 2024 terjadi lebih dari 180 kasus gigitan hewan di Balikpapan. Sebagian besar disebabkan oleh anjing peliharaan.
Meski begitu, hingga kini belum ditemukan kasus positif rabies pada manusia. Pemerintah tetap waspada dengan memperbanyak edukasi, vaksinasi hewan, dan pemantauan populasi anjing liar.
Selain membuka Rabies Center, Pemkot juga menggandeng Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan untuk melaksanakan vaksinasi massal hewan serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Target kami jelas: Balikpapan bebas rabies pada tahun 2030. Itu bisa tercapai kalau masyarakat ikut sadar dan peduli,” tegas Alwiati. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















