Bontang, PRANALA.CO — Empat pasang sepatu disiapkan. Empat suara diasah sampai paripurna. Dan empat hati penuh asa dilepas dari Kota Taman, Bontang, menuju panggung audisi Dangdut Academy (DA) musim ketujuh di Samarinda.
Bukan sekadar audisi biasa. Bagi Fandy (22), Aisyah (22), Ariadi (23), dan Nasya (17), ini adalah perjalanan panjang untuk mengharumkan nama kota mereka di kancah dangdut nasional.
Hari Jumat (2/5/2025) siang itu, halaman rumah jabatan wakil wali kota Bontang tak hanya dipenuhi orang — tapi juga harapan. Komunitas Liga Dangdut Akademi (LIDA) Bontang resmi memberangkatkan empat wakil terbaiknya menuju seleksi yang akan digelar Minggu (4/5/2025) di Samarinda.
Ari Armansyah, pembina peserta DA 7 Bontang, bicara dengan mata berbinar. Ia tahu persis, perjuangan ini bukan lahir dalam semalam.
“Persiapan kami tidak instan. Ada program pembinaan yang sudah kami jalankan sejak jauh hari. Semua demi memastikan mereka tampil optimal di atas panggung,” katanya.
Latihan mereka bukan hanya soal suara. Bukan cuma soal nada. Tapi juga soal rasa.
“Teknik vokal dasar dan lanjutan sudah kami latihkan—kontrol nada, pernapasan, artikulasi. Tapi dangdut bukan hanya tentang suara. Dangdut adalah soal menyampaikan rasa. Kami bekali mereka agar bisa membuat penonton merasa tersentuh,” ujar Ari.
Yang paling berat? Mental.
“Kompetisi seperti DA ini penuh tekanan. Panggung besar menuntut kepercayaan diri, ketenangan, dan konsistensi. Itu yang kami latih juga,” tambahnya. Ari bangga. Keempat peserta dinilai rapi, konsisten, dan punya potensi besar.
Supriyono, Ketua Komunitas LIDA Bontang, punya mimpi yang sama. Baginya, keberangkatan ini bukan hanya soal lomba. Ini tentang membuktikan bahwa Bontang bisa bersuara di panggung nasional.
“Kami percaya Bontang punya potensi besar. Ini bukan sekadar ikut lomba, tapi pembuktian. Kami bangga bisa antarkan mereka sampai tahap ini,” ucapnya.
Ia tak lupa berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu. “Banyak yang sudah berkontribusi—tenaga, waktu, maupun dukungan moral. Ini hasil kerja bersama. Doa dan dukungan masyarakat semoga jadi kekuatan tambahan bagi mereka,” katanya.
Dukungan juga datang dari pemerintah kota. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, hadir siang itu dan menyampaikan semangatnya.
“Kami sangat mengapresiasi langkah komunitas LIDA Bontang dan para peserta yang mewakili kota ini. Ini bentuk nyata semangat anak muda Bontang yang ingin berprestasi di bidang seni. Kami doakan yang terbaik,” ujar Agus.
Ia pun menitip pesan untuk generasi muda lainnya. “Jangan takut bermimpi dan jangan ragu berjuang. Pemerintah siap mendukung upaya positif seperti ini. Mari tunjukkan bahwa Bontang kota yang kaya talenta,” tutupnya.
Audisi DA 7 sendiri akan melewati tiga tahap seleksi: daerah, regional, hingga nasional. Setiap tahap akan menyaring peserta terbaik menuju panggung utama di Jakarta.
Empat nama sudah melangkah dari Bontang. Kini, doa satu kota ikut berangkat bersama mereka. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















