Warga Bontang Diimbau Takbiran di Rumah

  • Whatsapp
Ilustrasi takbiran yang tahun ini terpaksa ditiadakan karena Covid-19.

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bontang mengeluarkan surat edaran terkait imbauan pelaksanaan takbiran keliling di wilayah setempat. Surat edaran bernomor 400/687/Kesra.1 bersifat penting itu diteken langsung Wali Kota Bontang, 22 Mei 2020.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan kepada semua warga untuk sebisa mungkin melaksanakan takbiran di teras rumah masing-masing, sebagai salah satu upaya paling efektif agar warga terhindar dari bahaya Corona.

Bacaan Lainnya

“Kami harapkan seluruh warga patuh terhadap anjuran ini demi kebaikan dan kesehatan semua warga Bontang,” kata Neni.

Berikut 3 poin edaran Wali Kota Bontang atas anjuran pelaksanaan takbiran di rumah;

  1. Agar seluruh masyarakat melaksanakan takbiran di teras rumah masing masing. Namun, tetap memerhatikan prisinp phisical distancing alias jaga jarak serta memakai masker,
  2. Pelaksanaan Takbir secara serentak usai Salat Isya atau sekira pukul 20.00 sampai 21.00 Wita.
  3. Takbir ‘dipimpin’ oleh Imam/Muadzin masjid melalui pengeras suara masjid dan diikuti oleh masyarakat Muslim dari teras atau dalam rumah masing-masing secara serentak.

“Insya Allah malam 1 Syawal tetap meriah dengan takbir, tahmid, tahlil sebagai bentuk kepasrahan kita sebagai hamba-Nya,” tutup Neni.

Terpisah, Kapolres Bontang, AKBP Boyke Karel Wattimena mengimbau agar warga tidak berkumpul di tempat keraimaian selama malam takbiran. Kata dia, protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 ini harus tetap dilaksanakan.

“Kami meminta warga Bontang supaya jangan berkumpul malam yang bisa mengumpulkan massa,” imbau Kapolres.

Dia pun bakal menggelar patroli keliling kota saat malam takbiran. Ini sebagai upaya mengimbau masyarakat merayakan malam takbir di rumah masing-masing. Sesuai surat imbauan Wali Kota Bontang.

Imbauan ini, dia bilang bersifat persuasif. Petugas akan tetap monitor di lapangan terkait imbauan pemerintah untuk tetap laksanakan takbir dan salat Idulfitri di rumah. Namun, apabila masyarakat tetap memaksakan salat Idulfitri secara berjamaah harus dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami harap sekali lagi kepada warga Bontang untuk mengikuti imbauan pemerintah demi kebaikan bersama,” ajaknya.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid menganjurkan masyarakat untuk mengisi malam menjelang Idul Fitri 1441 hijriah dengan mengumandangkan takbir. Ia menganjurkan agar umat Islam takbiran di rumah masing-masing.

“Pada situasi normal takbiran bisa dilaksanakan secara bersama-sama baik di masjid, musala atau berkeliling dengan mobil atau kendaraan lainnya. Namun di saat terjadi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, kami menganjurkan untuk dilaksanakan di rumahnya masing-masing demi menjaga keselamatan jiwa kita semuanya,” kata Zainut dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei.

Di sisi lain, Zainut pun menyerukan agar gema takbir Idul Fitri 1441 H tetap dikumandangkan di masjid. Untuk itu, ia memperbolehkan 1-2 orang datang ke masjid untuk bertakbir.

“Gema takbir di masjid, mushala dan surau harus tetap dikumandangkan untuk menjaga syiar agama, tetapi hanya dilakukan oleh 1 atau 2 orang saja,” ujarnya.

Menindaklanjuti kebijakan itu, Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin melarang kegiatan takbir keliling pada malam takbiran saat masa PSBB. Hal ini disebut sesuai dengan imbauan pemerintah.

“Sebagaimana imbauan pemerintah, bahwa takbir keliling itu adalah salah satu kegiatan yang dilarang. Jadi takbir keliling tidak diperbolehkan,” ujar Arifin kepada wartawan. (*)

Pos terkait