Pranala.co, PANGKEP — Sebuah terobosan pembinaan karakter berlangsung di Rutan Kelas IIB Pangkep. Sejumlah warga binaan resmi dilantik sebagai Pramuka Pandega, tingkat tertinggi dalam jenjang kepramukaan pejalan. Momen bersejarah ini menandai komitmen nyata lembaga pemasyarakatan dalam membangun manusia seutuhnya, bukan sekadar menjalankan hukuman.
Pelantikan berlangsung Sabtu (7/2/2026) dengan mengusung nama Racana Tumanurung dan Nagauleng Gugus Depan Griya Winaya 02.093–02.094 Pangkalan Rutan Kelas IIB Pangkep. Kehadiran perwakilan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pangkep dan Politani semakin mengukuhkan legitimasi program ini di mata masyarakat luas.
Upacara pelantikan dipimpin langsung Kepala Rutan Pangkep, Irphan Dwi Sandjojo, yang bertindak sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus). Sebagai pembina upacara, ia memimpin pembacaan naskah pelantikan dengan penuh khidmat.
Rangkaian prosesi diawali dengan pengucapan ikrar pelantikan oleh para peserta. Suara lantang mereka menggetarkan ruangan, menegaskan kesediaan untuk mengemban tanggung jawab baru.
Selanjutnya, pemasangan tanda kecakapan umum menjadi simbol resmi pencapaian tingkat Pandega—buah dari perjuangan melewati rangkaian ujian Satuan Kecakapan Umum (SKU) yang ketat.
Momen puncak terjadi saat prosesi pensucian. Air bunga menyiram tubuh para Pramuka Pandega baru, melambangkan penyucian jiwa dan kesiapan untuk mengamalkan nilai kepramukaan. Tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan pengingat bahwa mereka telah siap berkontribusi, baik selama menjalani masa pembinaan maupun kelak kembali ke pelukan masyarakat.
Dalam amanatnya, Irphan Dwi Sandjojo menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh hati. Ia menekankan bahwa kepramukaan bukan hanya tanda di bahu, melainkan cara hidup yang harus diinternalisasi.
“Tolong amalkan ilmu kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, serta semangat pantang menyerah yang telah kalian pelajari sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak,” ujar Irphan dengan nada penuh harap.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembinaan di Rutan Pangkep tidak berhenti pada aspek fisik atau administratif, melainkan menumbuhkan manusia paripurna yang siap menjadi warga negara produktif.
Keberhasilan pelantikan ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Perwakilan Kwarcab Pangkep hadir memberikan legitimasi organisasi, sementara Politani memberikan dukungan teknis dan akademis. Kehadiran mereka membuktikan bahwa masyarakat luar tidak lagi memandang warga binaan dengan stigma negatif, melainkan sebagai potensi yang perlu diasah.
Kolaborasi ini mencerminkan paradigma baru dalam pemasyarakatan: dari isolasi menuju reintegrasi, dari hukuman menuju pembinaan. Kepramukaan dipilih sebagai medium karena mampu menanamkan nilai-nilai luhur yang universal dan diterima semua lapisan masyarakat.
Rutan Pangkep menegaskan bahwa pelantikan ini bukan puncak, melainkan awal dari perjalanan panjang. Kegiatan kepramukaan dirancang sebagai program pembinaan kepribadian yang berkelanjutan, bukan sekadar aktivitas rekreasi.
Diharapkan, para Pramuka Pandega mampu menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Tiga pilar ini menjadi bekal penting saat mereka kelak menghadapi tantangan kehidupan di luar tembok penjara. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















