BALIKPAPAN – Sebuah video viral di media sosial mengenai seorang ibu kost yang menggerebek salah satu kamar indekos telah menarik perhatian banyak netizen.
Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @siskavizar, terlihat dengan jelas kondisi kamar indekos yang sangat berantakan, penuh dengan tumpukan sampah, dan properti yang rusak.
Diketahui, pemilik indekos mulai mencurigai kondisi kamar tersebut setelah mencium bau tidak sedap, meskipun pintu kamar selalu terkunci. Bahkan, dalam pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan sisa-sisa tulang ayam di atas kasur yang sobek.
Penyebab dan Solusi Hoarding Disorder
Hoarding disorder, kondisi dimana seseorang kesulitan untuk membuang barang-barang yang dianggapnya memiliki nilai atau penting, kembali menjadi sorotan.
Dr. Iriawan Tinambunan, Sp.KJ dari RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, menjelaskan bahwa gangguan ini sering kali terjadi karena individu merasa perlu untuk menyimpan barang-barang tersebut, meskipun sebenarnya tidak lagi diperlukan.
“Dampaknya, mereka merasa tidak nyaman jika harus memisahkan diri dari barang-barang tersebut,” ungkap Dr. Iriawan dalam sebuah tayangan di YouTube RSJ Marzoeki Mahdi.
Meskipun belum ada penyebab pasti dari hoarding disorder, Dr. Iriawan menyebutkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi kondisi ini. Pertama, kepribadian individu yang ragu-ragu atau tidak tegas dalam mengambil keputusan.
Kedua, pengalaman trauma masa lalu seperti kehilangan atau perceraian. Ketiga, faktor genetik juga bisa memainkan peran dalam perkembangan gangguan ini.
Untuk mengatasi hoarding disorder, terapi psikologis menjadi langkah utama yang direkomendasikan. Metode seperti terapi kognitif, wawancara motivasional, dan pelatihan keterampilan dapat membantu individu untuk mengatasi kecenderungan menimbun barang.
Selain itu, dalam beberapa kasus, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan untuk meredakan kecemasan yang dirasakan individu saat harus membuang barang-barang tersebut. (*)
















