Pranala.co, BONTANG – Urusan perizinan di Bontang kini makin mudah. Tak perlu antre di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Cukup buka WhatsApp, semua pertanyaan soal izin usaha bisa langsung terjawab dalam hitungan detik.
Inovasi ini hadir lewat program Teman Responsif Perizinan Anda (TERA) — gagasan kreatif Siti Hardiyanti, Penata Muda Perizinan di DPMPTSP Kota Bontang.
Program ini lahir dari proyek inovasi dalam Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS, yang mendorong peserta menciptakan solusi nyata untuk meningkatkan pelayanan publik.
“TERA kami rancang seperti asisten virtual berbasis chatbot WhatsApp. Jadi, masyarakat bisa langsung mendapatkan jawaban otomatis dan akurat tentang berbagai perizinan,” ujar Siti Hardiyanti, Jumat (24/10/2025).
Untuk mengakses TERA, warga cukup memindai barcode yang tersedia di kantor DPMPTSP atau di akun Instagram resminya. Setelah itu, pengguna langsung diarahkan ke nomor WhatsApp khusus layanan TERA.
Melalui sistem ini, warga bisa bertanya kapan pun dan di mana pun, tanpa perlu datang ke kantor atau menunggu jam kerja.
“Kami ingin masyarakat tidak perlu antre hanya untuk menanyakan hal sederhana. Lewat WhatsApp TERA, semua informasi bisa diperoleh secara cepat dan mudah,” kata Siti.
Ide TERA muncul dari pengamatan sederhana. Siti melihat banyak warga yang datang ke loket customer service hanya untuk menanyakan prosedur izin usaha, padahal informasi itu sudah tersedia di website dan media sosial.
“Tapi masyarakat lebih nyaman pakai WhatsApp. Dari situlah kami pikir, kenapa tidak kami bawa layanan itu ke platform yang mereka gunakan setiap hari,” ujarnya.
Dan benar saja, begitu diluncurkan, respon masyarakat langsung positif. Dalam waktu singkat, sekitar 40 pengguna pertama telah mencoba layanan ini. Sebagian besar menanyakan tentang Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspianur, memberikan apresiasi atas ide tersebut. Menurutnya, TERA menjadi bentuk nyata bagaimana teknologi bisa menjembatani pelayanan publik agar lebih efisien dan dekat dengan masyarakat.
“Dengan hadirnya TERA, kami berharap masyarakat semakin melek digital dan bisa memanfaatkan teknologi untuk mengakses layanan publik,” ujar Aspianur.
Ia menambahkan, inovasi seperti ini penting untuk mendorong pelayanan publik yang cepat, responsif, dan humanis.
Lewat TERA, DPMPTSP Bontang menunjukkan bahwa birokrasi tak harus rumit. Bahwa pelayanan publik bisa modern, mudah, dan adaptif terhadap kebiasaan masyarakat.
Kini, tak ada lagi alasan repot mengurus izin. Cukup chat, tunggu beberapa detik, dan semua jawaban sudah ada di genggaman.
TERA bukan hanya soal teknologi. Tapi soal kehadiran pemerintah yang lebih dekat dengan warganya — bahkan lewat layar ponsel. (ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















