Pranala.co, SAMARINDA – Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya buka suara terkait penemuan lukisan bergambar simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) di Kampus 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Lukisan itu ditemukan tim Satreskrim Polresta Samarinda pada malam sebelum aksi unjuk rasa mahasiswa yang dijadwalkan berlangsung.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, Prof. Moh Bahzar, menegaskan lukisan tersebut bukan bagian dari gerakan ideologi terlarang.
“Itu murni alat peraga akademik. Digunakan mahasiswa untuk memahami konstelasi politik era Presiden Soekarno,” jelas Bahzar dalam keterangannya, Selasa (2/9/2025).
Menurut Bahzar, lukisan itu dibuat sebagai visualisasi agar mahasiswa lebih mudah memahami dinamika sejarah perpolitikan Indonesia.
Pihak rektorat juga sudah memanggil program studi terkait. Hasil klarifikasi, gambar tersebut memang menjadi bagian dari materi perkuliahan sejarah.
“Belajar sejarah menuntut mahasiswa bersikap objektif. Termasuk saat mempelajari partai politik yang pernah ada di Indonesia, tanpa bermaksud menghidupkan ideologi yang sudah dilarang,” tegasnya.
Unmul memastikan, keberadaan lukisan itu sama sekali tidak terkait dengan penyebaran komunisme maupun aktivitas terorisme. Aktivitas akademik tetap berjalan sesuai koridor, terutama pada mata kuliah sejarah.
Sebelumnya, penemuan lukisan tersebut terjadi bersamaan dengan penyitaan bom molotov. Polisi telah mengidentifikasi empat mahasiswa sebagai terduga perakitnya.
Terkait kasus ini, pihak universitas menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada aparat kepolisian.
“Fokus kami memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan kondusif,” tutup Bahzar. (TIA)















