EMPAT rumah warga yang sebelumnya tak layak huni di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), akan mulai diperbaiki. Program itu menjadi bagian dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang resmi dibuka, Rabu, oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Pembukaan TMMD berlangsung dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir di antaranya Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Ardiansyah, Wakil Kapolres Bontang Ropiyah, hingga perwakilan kejaksaan dan pengadilan.
Namun, inti program ini tidak berhenti pada seremoni. Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Ardiansyah menjelaskan, TMMD kali ini menyasar kebutuhan dasar warga melalui pembangunan fisik dan kegiatan pemberdayaan.
Salah satu fokusnya adalah rehabilitasi empat unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Kelurahan Loktuan dan Guntung. Selain itu, ada pula pengecatan Masjid Al Anshor di Kampung Nyerakat Kiri, Kelurahan Bontang Lestari.
Di luar pembangunan fisik, TMMD juga membawa kegiatan nonfisik ke tengah masyarakat. Mulai dari penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, hingga edukasi kesehatan seperti layanan posyandu dan pencegahan penyakit tidak menular.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program seperti TMMD memberi dampak langsung. Terlebih, posisi Bontang kini semakin strategis sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Sebagai daerah mitra strategis IKN, Kota Bontang terus berbenah di berbagai sektor. Hingga April 2026, pemerintah konsisten memperkuat infrastruktur dan perlindungan sosial,” ujar Neni.
Ia menambahkan, melalui program “Menata Bontang”, sejumlah proyek seperti pembangunan drainase dan perencanaan polder sedang berjalan untuk mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas lingkungan kota. [RED]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















