BONTANG, Pranala.co – Kabar tiga sopir travel yang dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis sabu memicu keresahan di tengah masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Travel Bontang Bersatu, Safriliadi, menegaskan bahwa para sopir yang terjaring bukan bagian dari asosiasi yang dipimpinnya.
“Kami pastikan oknum yang positif itu bukan anggota kami. Seluruh sopir di bawah naungan asosiasi telah melalui pembinaan ketat,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Safriliadi, yang akrab disapa Ucok, menjelaskan bahwa asosiasi tidak hanya berfokus pada pelayanan transportasi, tetapi juga menanamkan disiplin dan tanggung jawab kepada para pengemudi.
Pembinaan dilakukan secara berkala melalui bimbingan teknis hingga penyuluhan bersama aparat kepolisian, khususnya terkait keselamatan berkendara dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, langkah ini penting karena sopir travel memiliki peran vital dalam menjamin keselamatan penumpang.
“Keselamatan itu nomor satu. Jika sopir tidak dalam kondisi prima, risikonya sangat besar, bukan hanya untuk dirinya tetapi juga penumpang,” tegasnya.
Safriliadi menduga, sopir yang terjaring kemungkinan merupakan pengemudi ilegal atau taksi gelap yang tidak terdaftar dalam asosiasi mana pun. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan sektor transportasi di daerah.
Kasus ini diakui berdampak langsung terhadap kepercayaan masyarakat terhadap layanan travel. Kekhawatiran muncul bahwa penumpang akan ragu menggunakan jasa transportasi, meski tidak semua sopir melakukan pelanggaran.
“Kami khawatir kepercayaan masyarakat menurun. Padahal sopir yang bekerja dengan baik juga terdampak, terutama jika jumlah penumpang berkurang,” ungkapnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Safriliadi mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum agar rutin melakukan tes urine terhadap seluruh sopir, tanpa terkecuali.
Ia juga mengajak pengemudi yang belum tergabung dalam asosiasi untuk segera mendaftar, sehingga pembinaan dan pengawasan dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Dengan terdata, kita lebih mudah melakukan pembinaan. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi soal keselamatan bersama,” jelasnya.
Asosiasi Travel Bontang Bersatu menegaskan komitmennya untuk menjaga standar pelayanan sekaligus memastikan seluruh anggotanya bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Safriliadi berharap masyarakat tetap percaya menggunakan jasa travel resmi yang terdaftar dan diawasi.
“Transportasi yang aman dan bersih dari narkoba adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















