Pranala.co, BONTANG — Di tengah meningkatnya mobilitas warga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang membawa kabar yang menenangkan. Hasil tes narkoba terhadap kru kapal penumpang KM Binayya dipastikan aman. Tidak ditemukan penyalahgunaan narkotika di antara para awak kapal.
Pemeriksaan dilakukan Kamis (25/12/2025) dini hari. Sebanyak 46 kru dan anak buah kapal (ABK) menjalani tes urine. Hasilnya, seluruhnya dinyatakan layak bertugas.
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani, mengungkapkan satu orang sempat terdeteksi positif saat pemeriksaan awal. Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, hasil tersebut tidak berkaitan dengan narkoba terlarang.
“Yang bersangkutan sedang sakit gigi dan mengonsumsi obat pereda nyeri. Obat itu legal dan sesuai peruntukannya. Karena itu, sebelum tes kami selalu menanyakan riwayat konsumsi obat,” ujar Lulyana.
Dengan hasil tersebut, BNN memastikan kru KM Binayya dalam kondisi bersih dari narkoba. Hal serupa juga terjadi pada 26 karyawan PT Laut Bontang Bersinar (LBB), pengelola Pelabuhan Loktuan. Seluruhnya dinyatakan negatif.
Bagi BNN, pemeriksaan ini bukan sekadar rutinitas. Keselamatan pelayaran menjadi alasan utama, terlebih pada momen Nataru ketika arus penumpang meningkat tajam.
“Kru kapal dan petugas pelabuhan yang bebas narkoba sangat menentukan keselamatan penumpang. Ini bukan hanya soal kepatuhan aturan, tapi soal nyawa,” tegas Lulyana.
Namun di balik hasil yang menggembirakan itu, BNN justru menyoroti persoalan yang lebih besar. Pelabuhan Loktuan dinilai masih rawan terhadap potensi peredaran narkoba.
Menurut Lulyana, tingginya lalu lintas orang dan barang memang menjadi indikator pertumbuhan ekonomi Kota Bontang. Tetapi kondisi itu juga membuka celah masuknya barang terlarang jika pengawasan tidak diperketat.
Hingga kini, Pelabuhan Loktuan belum dilengkapi sistem deteksi dasar seperti metal detector atau pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan penumpang.
“Orang keluar masuk masih sangat bebas. Tidak ada deteksi awal. Kita tidak tahu apa yang dibawa,” katanya.
BNN Kota Bontang, lanjut Lulyana, sebenarnya telah menyampaikan rekomendasi penguatan pengamanan kepada pihak terkait. Surat resmi sudah dikirimkan. Namun, hingga saat ini belum terlihat perubahan signifikan di lapangan.
“Rekomendasi sudah kami sampaikan, tapi kondisinya masih sama,” ungkapnya.
Ia mengingatkan, tantangan akan semakin besar jika ke depan dibuka jalur pelayaran baru. Tanpa pengamanan yang memadai, potensi kerawanan juga akan meningkat.
“Perlu sinergi semua instansi. Minimal ada sistem deteksi dasar. Jika pengawasan diperkuat sejak pintu masuk, peredaran narkoba bisa ditekan,” pungkas Lulyana. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















