• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 1, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Soal Kejanggalan Penanganan Pasien Covid-19 di RS Yabis, Jubir Satgas Covid-19 Angkat Bicara

Suriadi Said by Suriadi Said
14 September 2022 | 16:31
Reading Time: 2 mins read
1
Soal Kejanggalan Penanganan Pasien Covid-19 di RS Yabis, Jubir Satgas Covid-19 Angkat Bicara

Juru Bicara Satgas Covid-19, Kota Bontang, Adi Permana

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Juru Bicara Satgas Covid-19, Kota Bontang, Adi Permana, angkat bicara soal protes keluarga pasien meninggal dunia akibat Covid-19, di Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB) alias RS Yabis. Namun, pasien dirawat selama kurang lebih tiga jam di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Adi Permana, menuturkan jika di RS Yabis memang memiliki bilik khusus buat pasien isolasi. Letaknya di dalam koridor ruang IGD. Masih dalam satu gedung. Namun ruang isolasi itu terpisah dengan IGD.

PILIHAN REDAKSI

Soal COVID di Samarinda, Diskes Kaltim: Bukan Varian Baru, Mirip Flu Biasa

Soal COVID di Samarinda, Diskes Kaltim: Bukan Varian Baru, Mirip Flu Biasa

16 Juni 2025 | 23:14
Kasus HIV di Kaltim Tembus 1.018 Temuan sepanjang 2025, Mayoritas dari Tiga Wilayah Ini Dua Pasien Covid di Samarinda Sembuh, Tapi Jangan Lengah Kaltim Nihil Kasus COVID-19, Diskes: Jangan Panik, Tetap Waspada

Dua Pasien Covid di Samarinda Sembuh, Tapi Jangan Lengah

15 Juni 2025 | 23:49

Ia mengaku pernah melakukan pantauan lapangan terkait kesiapan ruang isolasi di RS Yabis. Pun instalasi udara diatur terpisah. Sehingga pasien di IGD tidak bertukaran udara yang sama dengan pasien positif Covid-19.

“Saya pernah tinjau ke sana, buat memastikan ketersediaan ruangan isolasi di RSIB,” kata Adi, kepada pranala.co, Rabu (14/9/2022).

Secara prosedur, kata Adi, seharusnya setelah mengetahui pasien yang masuk IGD positif Covid-19, maka harus segera dipindahkan ke ruang isolasi. Namun untuk kasus ini, dia bakal memastikan dahulu apakah pihak RS Yabis telah mengikuti standar penanganan itu atau tidak.

Sementara, bila menilai dari cara penanganan pasien. Dokter yang menangani sudah tepat. Yakni, penanganan pasien sesak nafas.

“Kalau soal diagnosa Covid, memang prosedurnya pasien itu diperiksa dulu di IGD. Baru setelah keluar hasilnya, seharusnya dirawat terpisah dengan pasien yang di dalam IGD,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adi menerangkan dalam beberapa kasus pasien meninggal karena Covid-19, kebanyakan karena penyakit yang diderita pasien alias komorbid. Sehingga ada kemungkinan, hal itu yang menyebabkan pasien di RSIB tersebut meninggal dunia.

“Nah penyakit komorbid itu bisa saja jadi penyebabnya. Bisa karena sakit jantung dan sakit lainnya. Cuma nanti kami pastikan dulu,” ujarnya.

Terkait keterangan keluarga pasien yang menyatakan dapat secara bebas menjenguk pasien saat masih dirawat. Adi menjelaskan hal tersebut tidak boleh dilakukan. Pasalnya, Covid-19 varian Delta hingga Omicron, sangat cepat menular kepada seseorang.

Sehingga saat hendak menjenguk, pihak rumah sakit harus memastikan orang tersebut sudah dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri alias APD.

“Memang harus dilengkapi dengan APD, tidak boleh bebas. Tapi saya mau pastikan dulu, apakah pihak rumah sakit saat itu sudah tahu pasien itu positif atau belum. Makanya ini saya kroscek lapangan dulu,” bebernya.

Sementara itu, Heri suami pasien, telah melakukan tes PCR secara mandiri di Puskesmas Bontang Lestari. Hasilnya menunjukkan dirinya dan keluarga negatif Covid-19. Hal itu ia lakukan demi memastikan diagnosa pihak RS Yabis kepada istrinya, tidak menularkan virus ke keluarga yang menjenguk.

“Tadi kami sudah tes PCR, hasilnya negatif,” terang Heri. (*)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari pranala.co. Mari bergabung di Grup Telegram “PRANALA.co”, caranya ketuk link https://t.me/pranaladotco , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Via: Sulaiman
Tags: Covid-19Satgas Covid-19
Previous Post

Kejanggalan Heriyanto soal Istrinya yang Meninggal Didiagnosa Covid-19, tapi Dirawat di IGD hingga Tak Ada Rincian Riwayat Penyakit Pasien

Next Post

Tanah Longsor di Samarinda, 1 Orang Meninggal Dunia

BACA JUGA

Murka Tak Diberi Solar, Komplotan Preman Sungai Mahakam Hajar ABK di Samarinda

Murka Tak Diberi Solar, Komplotan Preman Sungai Mahakam Hajar ABK di Samarinda

1 Juli 2026 | 00:39
Menanti Nyali DPRD Kaltim Gulirkan Kembali Hak Angket Rudy Mas'ud

Menanti Nyali DPRD Kaltim Gulirkan Kembali Hak Angket Rudy Mas’ud

1 Juli 2026 | 00:21
Bukti Keburu Hilang karena Birokrasi Lamban, DPRD Kutim Turun Tangan ke Pulau Miang

Bukti Keburu Hilang karena Birokrasi Lamban, DPRD Kutim Turun Tangan ke Pulau Miang

30 Juni 2026 | 19:21
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Korupsi Chromebook

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Korupsi Chromebook

30 Juni 2026 | 17:29
Sentil Rudy Mas'ud, DPRD Kaltim: Jangan Gampang Impor Pejabat!

Sentil Rudy Mas’ud, DPRD Kaltim: Jangan Gampang Impor Pejabat!

30 Juni 2026 | 16:16
Sulap Lahan 'Mati' jadi Lumbung Pangan, Kutim Tantang Anak Muda Berinovasi

Sulap Lahan ‘Mati’ jadi Lumbung Pangan, Kutim Tantang Anak Muda Berinovasi

30 Juni 2026 | 15:56
Next Post
Tanah Longsor di Samarinda, 1 Orang Meninggal Dunia

Tanah Longsor di Samarinda, 1 Orang Meninggal Dunia

Comments 1

  1. Ping-balik: Soal Kejanggalan Penanganan Pasien Covid-19 di RS Yabis, Satgas Ungkap Sederet Fakta - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06
Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim

29 Juni 2026 | 19:19
Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

28 Juni 2026 | 13:41
Sekolah Favorit di Kutim Overkapasitas, Disdikbud Garansi Anak Tetap Sekolah Kutai Timur Siapkan Sekolah Rujukan Google di Sangatta

Sekolah Favorit di Kutim Overload, Disdikbud Garansi Anak Tetap Sekolah

28 Juni 2026 | 13:41

Terbaru

Murka Tak Diberi Solar, Komplotan Preman Sungai Mahakam Hajar ABK di Samarinda

Murka Tak Diberi Solar, Komplotan Preman Sungai Mahakam Hajar ABK di Samarinda

1 Juli 2026 | 00:39
Menanti Nyali DPRD Kaltim Gulirkan Kembali Hak Angket Rudy Mas'ud

Menanti Nyali DPRD Kaltim Gulirkan Kembali Hak Angket Rudy Mas’ud

1 Juli 2026 | 00:21
Bikin SKCK 2026 Bebas Ribet: Ini Syarat, Biaya, dan Cara Daftar Online Lewat HP

Bikin SKCK 2026 Bebas Ribet: Ini Syarat, Biaya, dan Cara Daftar Online Lewat HP

30 Juni 2026 | 23:11
Sembako Masih Mahal, Wawali Bontang Kejar Rute Baru Pelabuhan Lok Tuan-Sulbar

Sembako Masih Mahal, Wawali Bontang Kejar Rute Baru Pelabuhan Lok Tuan-Sulbar

30 Juni 2026 | 19:37
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved