LAPORAN dugaan penipuan dan penggelapan bernilai fantastis masuk ke Polres Bontang. Nilai kerugian yang dilaporkan bahkan disebut mencapai Rp1,15 miliar.
Kasus ini menjadi perhatian karena terlapor disebut merupakan seorang oknum Bhayangkari yang juga bekerja di salah satu bank di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).
Laporan tersebut diterima Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bontang, Kamis (4/6/2026). Hingga Sabtu (6/6/2026), polisi masih melakukan proses awal sebelum masuk ke tahap pendalaman.
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriono melalui Kasat Reskrim Iptu Putu Ari Sanjaya dan Kanit Pidum Satreskrim Iptu Markus Sihotang membenarkan adanya laporan tersebut.
“Memang benar ada laporan yang masuk. Namun terkait dugaannya kami belum mengetahui secara pasti karena laporan tersebut baru masuk dan belum didisposisikan ke kami,” kata Markus kepada Pranala.co.
Menurutnya, proses administrasi internal masih berjalan sehingga penyidik belum dapat mengungkap lebih jauh terkait materi laporan maupun kronologi peristiwa yang dilaporkan korban.
“Saya sudah cek memang ada laporannya, tetapi untuk isi dan kronologinya saya belum mengetahui karena belum masuk ke ruangan saya,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, perempuan yang dilaporkan tersebut merupakan istri dari seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Bontang.
Meski demikian, kepolisian menegaskan penyelidikan akan dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang nantinya ditemukan dalam proses pemeriksaan.
Terkait nilai kerugian, Markus membenarkan nominal yang dilaporkan mencapai lebih dari Rp1 miliar. Namun angka pastinya masih akan diverifikasi selama proses penyelidikan berlangsung.
“Hingga saat ini, laporan tersebut baru diajukan oleh satu orang pelapor. Kami masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta-fakta dalam kasus ini,” jelasnya.
Kasus ini masih berada pada tahap awal. Polisi belum menetapkan status hukum terhadap pihak yang dilaporkan dan masih mengumpulkan informasi serta keterangan yang diperlukan.
Di sisi lain, redaksi Pranala.co telah berupaya menghubungi pimpinan bank tempat terlapor bekerja untuk meminta konfirmasi. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diberikan. [FR/DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















