Menu

Mode Gelap

Samarinda · 20 Mar 2021 08:31 ·

Simpang Empat Sempaja Sering Banjir, Wali Kota Samarinda Bingung Penyebabnya


					Kawasan Simpang Empat Mal Lembuswana Samarinda, Kalimantan Timur yang jadi langganan banjir. Perbesar

Kawasan Simpang Empat Mal Lembuswana Samarinda, Kalimantan Timur yang jadi langganan banjir.

PRANALA.CO – Persoalan banjir di Kota Tepian hingga kini belum bisa ditangani maksimal. Dalam hitungan jam saat hujan, sejumlah sudut Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) sudah tertutup genangan air. Termasuk di Simpang Empat Sempaja yang menghubungkan Jalan Wahid Hasyim I dan II, Jalan Abdul Wahab Sjahranie hingga Jalan PM Noor.

“Untuk simpang empat Sempaja saya juga bingung, kenapa masalah banjir di sana tak pernah selesai,” kata Wali Kota Samarinda, Andi Harun kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dari rilis resmi Pemkot Samarinda, Jumat (19/3/2021).

Meski demikian, mantan wakil Ketua DPRD Kaltim ini tak hilang akal. Pasalnya persoalan banjir di persimpangan ini terjadi sejak lama. Dan hingga kini belum belum pernah pungkas diurus. Dari analisis kawan sang wali kota sejumlah jawaban diterima.

Misalnya pintu air di belakang Stadion Madya Sempaja salah konsep. Selain itu posisi pipa PDAM yang tertanam di drainase juga mengganggu aliran air. Inilah yang menjadi penyebab drainase tidak berfungsi maksimal mengalirkan debit air.

“Titik ini menjadi perhatian yang harus dapat penanganan khusus dalam menanggulangi genangan air agar cepat surut,” sebutnya.

Meski demikian, masalah banjir di Samarinda tak hanya ada di Simpang Empat Sempaja. Kawasan lain juga demikian, misalnya Jalan DI Pandjaitan, Simpang Empat Lembuswana hingga Jalan Pangeran Antasari. Karenanya dia meminta Bappeda Samarinda merencanakan konsep penanganan banjir termasuk soal alokasi anggaran dalam APBD perubahan.

View this post on Instagram

A post shared by WWW.PRANALA.CO (@pranaladotco)

“Kalau ada tanah warga yang perlu kita bebaskan silakan anggarkan saja supaya bisa membangun drainase di sisi kiri-kanan jalan, nanti saya juga akan lobi teman-teman di DPRD hingga pusat untuk mensupport pendanaan pembuatan polder di Bengkuring.” ungkapnya.

Polder merupakan sistem pengendalian banjir biasa diterapkan di perkotaan. Lebih lanjut dia menambahkan, jalur lambat di depan Mal Lembuswana menuju rumah dinas wali kota bisa diubah fungsinya menjadi saluran drainase. Pasalnya di kawasan ini tak ada lagi lahan yang bisa dibebaskan.

“Jadi solusinya jalur lambat tadi kita bongkar untuk diubah fungsi, lumayan jika proyek ini nanti berlangsung maka luasan drainase menjadi 6 meter sehingga kapasitas menampung debit air bisa maksimal,” pungkasnya.

 

[dn|id]

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Avatar of Suriadi Said badge-check

Editor

Baca Lainnya

Tipu Daya Perantau Pakai Gendam, Korbannya 7 Lansia di Samarinda

5 Juli 2022 - 07:31

Tipu Daya Perantau di Samarinda Pakai Gendam Korbannya 7 Lansia 1

Prakiraan Cuaca di Wilayah Kaltim Selasa 5 Juli 2022

5 Juli 2022 - 06:15

suasana bmkg

Telapak Tangan Misterius Ditemukan Mengapung di Sungai Mahakam

4 Juli 2022 - 20:27

pranala.

Khusus Putra-Putri Kaltim, Mulai Hari Ini UNESA Buka Pendaftaran Beasiswa Full S1 PLB

4 Juli 2022 - 19:29

Syarat Naik Pesawat Terbaru per Juli 2022 Semua Maskapai Penerbangan

4 Juli 2022 - 15:04

bandara Sepinggan

Pedagang Hewan Kurban Lokal jadi Untung

4 Juli 2022 - 14:16

IMG 20220520 092015
Trending di Samarinda