Rumah Disegel, Bupati Kutai Timur Terjaring OTT KPK

TIM Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, Ismunandar. Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, mengatakan Ismunandar diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Hanya saja, juru bicara berlatar belakang jaksa itu tidak menyampaikan mengenai dugaan kasus yang menjerat Ismunandar.

“Benar, KPK melakukan tangkap tangan terhadap beberapa orang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana korupsi. Salah satunya adalah kepala daerah kabupaten di Kaltim,” ujar Ali kepada wartawan, Jum’at (3/7).

Ali enggan merinci siapa saja pihak yang turut diamankan dalam operasi senyap yang dilakukan sejak kemarin. Ia mengatakan tim masih bekerja hingga saat ini.

“Mengenai kasusnya, siapa saja yang ditangkap dan barang bukti apa yang diamankan, saat ini belum bisa kami sampaikan,” kata dia.

Sesuai hukum acara yang berlaku, KPK mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Bupati Kutai Timur Ismunandar serta pihak lain yang turut diamankan.

“Perkembangannya nanti akan kami sampaikan,” imbuh Ali.

Tim pun bergerak setelah menerima informasi dan sadapan percakapan tentang dugaan adanya rencana transaksi serah-terima uang untuk Bupati Kutai Timur periode 2016-2021 Ismunandar. Tim pun kemudian bergerak ke sejumlah lokasi, dan menangkap beberapa orang termasuk Ismunandar.

“Yang dibungkus tim KPK di antaranya IND (Ismunandar), Bupati Kutim (Kutai Timur). Jumlah uang yang disita masih kita hitung. Rumah dinas Bupati Kutim juga sudah dipasang ‘KPK Line’, kita segel,” ujar sumber.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel sejumlah ruangan di Kantor Bupati Kutai Timur, Kompleks Bukti Pelangi, Sangatta, Kutai Timur. Beberapa ruangan dan kantor dipasang garis KPK.

Pantauan media, ruangan yang disegel antara lain ruang kerja bupati, Kantor BPKAD, Kantor Bapenda, dan rumah dinas Bupati Kutai Timur. Penyegelan ini dilakukan secara tiba-tiba sehingga mengagetkan sejumlah petugas jaga.

“Tadi ada petugas dari KPK sekitar pukul 21.00 WITA langsung menyegel ruangan,” kata seorang petugas jaga, Kamis (2/7) malam.

Saat penyegelan, pegawai di ruangan dan kantor tersebut sudah pulang. Sehingga petugas KPK yang datang tidak terlalu banyak dipantau. (*)

More Stories
Prioritas Penanganan Banjir di Samarinda Sudah Ada sejak 16 Tahun Lalu