Rudapaksa Pacar sampai Hamil usai Dicekoki Kecubung

Usai berhubungan intim, pelaku cabuli dan rekam video korban

IMG 20220426 215838
Pelaku yang kini diamankan pihak kepolisian.

pranala.co – Pemuda berinisial YS (22) berurusan dengan kepolisian usai video mesumnya dengan sang pacar diketahui ibu kekasihnya itu.

Atas kejadian itu, keluarga korban pun langsung melaporkannya ke Polsek Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis, 21 April 2022.

“Jadi orangtua korban melapor setelah melihat video di handphone anaknya dalam keadaan tak sadar dan dicabuli oleh pelaku,” terang Kapolsek Loa Kulu Ajun Komisaris Polisi Dedy Setiawan, Senin (25/4/2022).

Kronologisnya begini. Di hadapan awak media, Dedy membeberkan, jika tersangka YS rupanya sudah berkali-kali melakukan hubungan seksual dengan korban, yang ternyata diketahui adalah anak di bawah umur.

Pada kejadian terakhir kali, tepatnya pada April 2022 pelaku kembali berhubungan intim dengan korban di rumah rekan tersangka berinisial JK. Saat itu rumah JK memang dalam keadaan kosong. Pun termasuk JK yang tak berada di tempat.

Keduanya masuk dan mulai melancarkan aksinya. Dari pengakuan tersangka kepada polisi, korban PD (16) yang lebih dulu meminta untuk berhubungan.

Setelah itu, korban pun sempat meminum kopi yang sudah dicampur kecubung, pemberian tersangka. Dan berakhir korban tak sadarkan diri.

“Saat itu pelaku mencabuli korban dengan menyentuh kemaluan korban dan divideo,” imbuhnya.

Sementara saat dilakukan visum terhadap korban, polisi menemukan fakta jika korban dalam kondisi mengandung. Diperkirakan usia kandungan korban sudah berjalan sekira 5-6 minggu atau 1 bulan lebih.

Sedangkan pelaku, mengetahui jika pacarnya sedang hamil. “Akhirnya pelaku kami tangkap (jemput langsung) di rumahnya,” ucap Dedy.

Terkait video mesum, Dedy menuturkan, pelaku merekam menggunakan gawai korban. Dengan durasi 1 menit 12 detik. Korban sendiri justru tak mengetahui jika video tersebut tersimpan dalam ponselnya.

Saat ditanya oleh awak media, pelaku berdalih aksinya merekam korban saat itu dilakukan hanya karena iseng semata. Kemudian, lanjutnya, saat dirinya selesai merekam, video itu langsung dihapus kembali.

“Tapi mungkin masih ada di file sampah jadi kedapatan. Cuma iseng waktu itu,” kata dia.

Atas perbuatannya, polisi pun menjeratnya dengan Pasal 76E dan Pasal 760 Jo Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 81 ayat (2) UU RI No 17 tahun 2016 tentang Penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (ri/id)

More Stories
Screenshot 20200827 075613 Chrome
Pekerjaan Hilang karena Corona, Kuli di Samarinda Nekat Jambret