PEMERINTAH Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) akhirnya menghadirkan layanan yang selama ini paling ditunggu banyak warga: cathlab.
Fasilitas untuk penanganan penyakit jantung itu resmi beroperasi di RSUD Kudungga setelah diresmikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Sabtu (23/5/2026).
Di balik peresmian itu, ada persoalan lama yang sebenarnya cukup dirasakan masyarakat.
Selama bertahun-tahun, pasien dengan kondisi tertentu harus dirujuk ke luar daerah karena keterbatasan alat dan layanan medis. Tidak sedikit keluarga pasien harus bolak-balik menuju Samarinda atau kota lain demi mendapatkan tindakan lanjutan.
Padahal, untuk kasus jantung, kecepatan penanganan menjadi hal yang sangat krusial.
Karena itu, kehadiran cathlab langsung menjadi sorotan utama dibanding fasilitas lain yang juga diresmikan, seperti layanan mammography dan gedung poli baru.
Cathlab sendiri merupakan fasilitas penting untuk membantu diagnosis hingga tindakan pada pasien penyakit jantung dan pembuluh darah.
Dengan alat itu, penanganan pasien diharapkan bisa dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu proses rujukan yang panjang.
“Kita ingin masyarakat mendapatkan kepastian pelayanan kesehatan yang cepat, nyaman, dan berkualitas tanpa harus banyak dirujuk ke luar daerah,” kata Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.
Kalimat itu terasa dekat dengan keluhan banyak warga selama ini.
Sebab persoalan rujukan bukan hanya soal jarak. Ada biaya perjalanan, tempat tinggal keluarga pasien, hingga waktu yang terbuang ketika kondisi pasien justru sedang kritis.
Yang menarik, Pemkab Kutim tampaknya mulai serius mengurangi ketergantungan pelayanan medis ke luar daerah.
RSUD Kudungga didorong naik kelas menjadi rumah sakit rujukan utama di Kutai Timur. Bukan hanya untuk layanan jantung.
Rumah sakit tersebut kini juga memiliki layanan mammography untuk pemeriksaan kesehatan payudara. Fasilitas ini penting untuk mendukung deteksi dini kanker payudara yang masih menjadi ancaman bagi perempuan.
Selama ini, sebagian warga memilih menunda pemeriksaan karena akses layanan yang terbatas dan harus keluar daerah. Kini harapannya berbeda.
Direktur RSUD Kudungga dr Muhammad Yusuf mengatakan fasilitas baru itu diharapkan benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat Kutim tidak perlu lagi jauh-jauh keluar daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tertentu,” ujarnya.
Selain cathlab dan mammography, RSUD Kudungga juga meresmikan gedung poli baru untuk memperkuat pelayanan rawat jalan. [RED]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















