DUKA menyelimuti warga RT 6, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (9/7/2026). Sebuah rumah panggung berbahan kayu hangus dilalap api dan menewaskan dua anak masih balita.
Peristiwa yang terjadi sekira pukul 11.30 Wita, tidak jauh dari SMK Negeri 2 PPU itu membuat warga sekitar berupaya memberikan pertolongan. Namun kobaran api yang cepat membesar membuat kedua korban tak sempat diselamatkan.
Seorang warga RT 6, M Fajri, mengatakan kedua korban berusia sekira 6 tahun dan 4 tahun. Saat kebakaran terjadi, keduanya sedang tertidur di dalam kamar yang berada di bagian atas rumah panggung.
Di dalam rumah juga terdapat nenek korban. Namun ketika api membesar, ia panik dan berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
“Neneknya juga ada di rumah, mungkin karena panik jadi langsung lari keluar rumah dan lupa menyelamatkan kedua cucunya,” ujar Fajri.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU, Fernando, mengatakan pihaknya mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran. Proses pemadaman juga dibantu satu unit mobil water canon milik Polres PPU.
Menurut Fernando, saat armada tiba di lokasi, kobaran api sudah menguasai hampir seluruh bangunan.
Cuaca yang terik disertai embusan angin membuat api dengan cepat melahap rumah panggung yang sebagian besar berbahan kayu. Beruntung, petugas berhasil mengendalikan api sehingga tidak merembet ke rumah-rumah warga di sekitarnya.
Fernando membenarkan bahwa kebakaran tersebut merenggut nyawa dua anak yang terjebak di dalam rumah.
“Jenazah korban sudah dievakuasi oleh tim pemadam bersama BPBD PPU,” katanya.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
Sementara itu, identitas pemilik rumah maupun kedua korban belum diumumkan secara resmi. Petugas belum dapat meminta keterangan kepada ibu dan nenek korban karena keduanya masih mengalami syok akibat musibah tersebut. (*)

















