Pranala.co, KUKAR – Arena kolam renang Junjung Buyah, Kutai Kartanegara menjadi panggung lahirnya para perenang muda berbakat Kalimantan Timur (Kaltim). Di sinilah asa dan ambisi bertemu, dalam rangkaian Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kaltim XVIII yang berlangsung 20–27 November 2025 di Penajam Paser Utara (PPU).
Mengusung tema “Kolaborasi Prestasi Olahraga Mewujudkan Generasi Emas”, cabang olahraga renang digelar pada 24–27 November. Deretan atlet usia dini tampil penuh determinasi, membawa nama daerah masing-masing, dan mencatatkan waktu impresif sepanjang kompetisi.
Pertandingan Rabu, 26 November 2025, jadi salah satu momen paling sengit. Kota Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar) saling berbagi dominasi medali emas di nomor-nomor bergengsi.
Dari tuan rumah, Rama Vardana Priyandono tampil brilian. Ia menyapu bersih dua medali emas di nomor jarak jauh dan middle distance. Penampilannya mendapat sorotan karena stabil, kuat, dan jauh meninggalkan pesaing.
Sementara itu, dari Kota Samarinda, Carissa Julia Kirana tak kalah gemilang. Ia merebut emas di nomor 800 meter Gaya Bebas Putri, sekaligus mempertegas posisi Samarinda sebagai kekuatan utama renang usia dini.
Samarinda juga berjaya di nomor sprint gaya punggung lewat dua nama muda yang mencuri perhatian. Mereka adalah; Raihan Fadhil Jasir (50 meter Gaya Punggung Putra) dan Janeta Naila Najah Mahendra (50 meter Gaya Punggung Putri).
Keduanya tampil eksplosif dan menjadi tumpuan Samarinda untuk nomor-nomor cepat.
Penyerahan medali dilakukan langsung Plt Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal. Ia mengaku puas melihat ketatnya persaingan dan kualitas waktu yang dicatatkan para atlet.
“Waktu yang ditorehkan sangat baik dan memuaskan. Ke depannya, kita harus melakukan pembinaan sebagai strategi meraih peringkat terbaik dalam PON mendatang,” ujar Faisal.
Ia menegaskan, POPDA adalah fondasi penting untuk mencetak atlet masa depan. Karena dihuni perenang usia muda, hasil hari itu menjadi indikator kuat bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
POPDA bukan sekadar panggung pertandingan. Dari ajang ini, bibit-bibit unggul Kaltim kembali bermunculan. Tantangannya kini adalah menjaga ritme pembinaan.
Faisal menekankan pentingnya pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan agar para atlet ini tumbuh menjadi “Generasi Emas”, sesuai semangat tema POPDA tahun ini. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















