• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Mei 7, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Rupa

Petuah Nenek Moyang, 5 Desa Ini Pantang Jual Nasi

Suriadi Said by Suriadi Said
11 Juni 2024 | 09:18
Reading Time: 6 mins read
0
Petuah Nenek Moyang, 5 Desa Ini Pantang Jual Nasi

Ilusrasi nasi.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

SAMARINDA – Nasi telah dianggap sebagai salah satu makanan pokok orang Indonesia. Bahkan ada beberapa istilah di sebagian masyarakat yang menyebut belum makan, kalau belum makan nasi.

Hal ini seperti tercermin dari Indonesia yang dikenal sebagai negara penghasil beras terbesar di dunia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) total produksi beras pada tahun 2019 tercatat sebanyak 31,31 juta ton.

PILIHAN REDAKSI

Diundang Ngopi, Ormas Diduga ‘Dikondisikan', Kesbangpol Kaltim: Murni Silaturahmi, Bukan Redam Aksi Meski Dikumpulkan Kesbangpol, Gelombang Aksi 21 April Menguat, Siap Kepung Kantor Gubernur dan DPRD Kaltim

Diundang Ngopi, Ormas Diduga ‘Dikondisikan’, Kesbangpol Kaltim: Murni Silaturahmi, Bukan Redam Aksi

13 April 2026 | 16:01
Indonesia Panen Delapan Emas di Hari Ketiga SEA Games 2025

Indonesia Panen Delapan Emas di Hari Ketiga SEA Games 2025

12 Desember 2025 | 08:02

Bahkan menurut catatan Kementerian Pertanian (Kementan), bahwa beras atau nasi masih mendominasi makanan pokok masyarakat Indonesia. Padahal sumber pangan lokal, seperti umbian, sukun, jagung, sagu, dan lainnya tak kalah nilai gizinya setara dengan beras.

“Berdasarkan data pola konsumsi menunjukkan bahwa beras atau nasi masih mendominasi porsi menu konsumsi masyarakat hingga 60%, idealnya maksimal 50% agar masyarakat dapat hidup lebih sehat, aktif, dan produktif,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi kepada pers di Yogyakarta, yang dikutip dari laman Kementerian Pertanian, Jakarta.

Dikutip dari data BPS, Selasa (15/12/2020), pada kelompok padi-padian, konsumsi beras per kapita sebulan tertinggi ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Provinsi yang berbatasan dengan Australia ini penduduknya secara per kapita mengonsumsi beras untuk diolah jadi nasi paling banyak dibandingkan 33 provinsi lain di Indonesia, yaitu sebesar 8,45 kg.

Namun, sebagai bangsa yang terkenal yang mengkonsumsi nasi. Ada beberapa desa yang melarang menjual nasi kepada masyarakat. Hal ini terkait dengan beragam pantangan dan juga kepercayaan daerah setempat, lalu mana saja desa yang melarang penjualan nasi? Berikut 5 desa yang melarang jual nasi.

1. Desa Penimbunan

Beberapa waktu lalu, Desa Penimbun yang terletak di Kecamatan Karangayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menjadi sorotan. Pasalnya, warga penduduk setempat yang bermata pencarian dengan membuka usaha warung makan dilarang menjual nasi.

Desa Penimbun
Adalah Desa Penimbun, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen yang seluruh warganya dilarang untuk berjualan nasi.

Desa Penimbun ini secara geografis terletak sekitar 20 km ke arah barat laut dari Kota Kebumen. Meski tak ada aturan tertulis, tapi semua warga tak ada yang berani melanggar pantangan yang sudah ada sejak zaman nenek moyang itu.

“Konon ceritanya ada pengelana atau musafir lewat di Desa Penimbun terus minta nasi kepada warga karena kelaparan, tapi tidak ada yang mau ngasih karena saat itu warga juga masih dalam keadaan susah. Musafir itu kemudian mengeluarkan kata-kata semacam kutukan jika warga Penimbun dan anak cucunya kelak ada yang jualan nasi maka akan ada musibah di sini,” kata Sekretaris Desa setempat, Simin Prayogi (36), mengutip detikcom, Sabtu (22/5).

Simin lalu mengenang ketika ada warga yang melanggar pantangan berjualan nasi ini. Entah kebetulan atau tidak, warga yang melanggar pantangan itu meninggal.

“Musibahnya ya ada kejadian yang tidak wajar, intinya ada kematian. Mungkin memang takdirnya, tapi kebetulan pas ada kejadian pas dulu pernah ada yang melanggar. Makanya sampai sekarang warga sama sekali tidak berani melanggar lagi,” imbuhnya.

Apabila Anda mampir pada salah satu warung makan di Desa Penimbun ini, sebaiknya jangan memesan menu nasi pada hidangan Anda. Penjual mungkin akan memberikan nasi secara gratis meskipun Anda memaksa akan membayar menu nasi tersebut. Mereka tetap akan menolak uang Anda.

Makna sesungguhnya yang mesti diketahui, sawah Desa Penimbun ini menggunakan sistem tadah hujan serta memiliki kontur tanah yang tidak begitu subur. Dengan demikian untuk menanam padi akan butuh usaha dan perjuangan ekstra yang sangat berisiko terjadinya gagal panen.

2. Desa Sinaresmi

Di Desa Sirnaresmi, pantangan jual nasi dianut sejak lama dan dipercaya sebagai adat warga. Masak nasi pun menggunakan cara adat tertentu. Bukan cuma itu, membajak sawah mesti menggunakan kerbau. Dilarang digiling maupun pakai traktor.

Kampung Adat ini ada di daerah Cimapag, Desa Sirnaresmi, Sukabumi, Jawa Barat. Desa tersebut berdekatan dengan Gunung Salak.

Desa Sirnaresmi Sukabumi Jawa Barat
Kampung Adat ini ada di daerah Cimapag, Desa Sirnaresmi, Sukabumi, Jawa Barat. Desa tersebut berdekatan dengan Gunung Salak.

“Kalau mau beli nasi enggak bakal dikasih, tapi kalau minta pasti dikasih. Karena memang desa Sirnaresmi ini kekuatan pangannya sudah tingkat nasional, dan kemarin salah satu dari kasepuhan dapet Adikarya Pangan Nusantara dari Pak Presiden atas pangannya,” ungkap Kepala Adat Desa Sinaresmi, Abah Asep Nugraha.

Bercerita bahwa padi identik dengan Dewi Sri dan Dewi tersebut adalah cerminan diri sendiri. Sehingga, menjual padi adalah pantangan warga desa, sesuai leluhur terdahulu yang dijadikan kepercayaan oleh masyarakat setempat.

Mitosnya, Dewi Sri atau Dewi Shri, Nyai Pohaci Sanghyang Asri, Sangiang Serri, adalah dewi pertanian, dewi padi dan sawah, serta dewi kesuburan di pulau Jawa dan Bali.

“Makanya itu yang dijadikan pamalinya, kalau misalnya kita menjual padi sama dengan menjual diri sendiri,” kata Vilka yang memakai ikat kepala adat.

3. Desa Slangit

Desa Slangit yang ada di Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, juga punya mitos turun-temurun, yakni tak boleh jual nasi. Keyakinan inipun, masih dipatuhi warga hingga sekarang. Jika dilanggar, akibatnya bisa berbahaya, antara meninggal atau sial.

tradisi sedekah bumi di desa slangit
Tradisi sedekah bumi di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon.

Pedagang lauk-pauk sih memang ada. Tapi tidak sekalian nasi. Adapun pembeli maksa, disediakan gratis. Tak masuk daftar bon pembayaran. Larangan menjual nasi ini erat kaitannya dengan jiwa sosial leluhur yang memiliki kepedulian tinggi untuk memberi, apalagi itu kebutuhan pokok.

“Kalau ada tamu dari mana saja, nasi itu jangan dijual. Biar dikasihkan saja,” ujar Kepala Desa setempat, Sura Maulana.

Selain itu, Desa Slangit tak ada yang menanam tiga jenis hasil kebun pantangan. Yaitu cabe rawit, ketan hitam, dan labu putih. Warga di sana menyebutnya walu deleg. Mereka yang maksa menanam bakal langsung dicabut, tak ada toleransi.

Segala pantangan adalah amanah leluhur, termasuk pantangan nikah dengan orang dari desa tertentu. Adapun pernikahan tetap ingin dilakukan, harus menunggu tiga waktu.

4. Desa Tlogopucang

Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ini tidak akan pernah bisa ditemui warung makan atau warung penjual nasi. Sejak dulu, masyarakat Tlogopucang meyakini dan mematuhi larangan menjual nasi, yang sudah menjadi tradisi turun-temurun.

Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah
Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Masyarakat Desa Tlogopucang yang mayoritas muslim sangat menjunjung tinggi nilai-nilai ukhuwah islamiyah. Mewujud ke dalam sikap atau perilaku sehari-hari seperti kerukunan, gotong royong, serta kegiatan sosial keagamaan, menjadikan larangan menjual nasi sebagai tradisi tersendiri yang sangat dipedomani.

Adapun jenis “nasi” atau olahan beras yang tidak boleh dijual adalah nasi putih alias nasi original. Selain itu, semisal nasi goreng maupun yang dibuat menjadi lontong, arem-arem, ataupun bubur masih bisa dijual di Desa Tlogopucang.

Ada filosofi yang dalam di balik histori dari tradisi ini. Konon, nenek moyang atau leluhur Desa Tlogopucang melarang masyarakatnya menjual nasi agar mereka saling berbagi atau bersedekah.

Dengan saling berbagi atau bersedekah, maka akan terlahir masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera, serta dijauhkan dari marabahaya. Larangan menjual nasi itu sampai saat ini masih sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Desa Tlogopucang.

Alkisah, pernah ada beberapa masyarakat yang mengabaikan tradisi ini. Namun akhirnya mereka tersadar, setelah berkali-kali jualan nasi selalu tidak pernah laku, bahkan ada yang sampai gulung tikar.

5. Desa Bakaran Wetan

Bakaran Wetan adalah desa di Kecamatan Juwana, Pati, Jawa Tengah. Masyarakat di daerah itu memiliki kepercayaan di manapun dia berada dilarang berjualan nasi. Hal ini sebagai rasa hormatnya kepada Nyai Sabirah, yang dipercaya sebagai leluhur yang akan memberikan kutukan bagispa saja yang masih menjual nasi.

Sebab semasa hidup Nyai Sabirah tidak pernah menjual nasi sebagai makanan pokoknya, bahkan beliau selalu memberi nasi kepada siapa yang membutuhkan. Warga Bakaran Wetan sangat percaya hal tersebut, jadi mereka sampai sekarang tidak pernah menjual nasi.

706178 720
Bakaran Wetan adalah desa di Kecamatan Juwana, Pati, Jawa Tengah.

Dahulu ada yang mencoba menjual nasi akhirnya semua masakan yang akan dia jual termasuk nasi itu basi padahal baru saja selesai dimasak.

Para pedagang makanan atau masakan di Desa Bakaran Wetan tidak berani menjual nasi bukan berarti mereka tidak menyediakan nasi untuk para pembeli. Para pembeli seandainya menginginkan nasi tidak boleh bilang dengan kata beli nasi tapi dengan kata Nyuwun Sekul (meminta nasi), dan pedagang itu dengan suka rela membiri nasi itu gratis tanpa memungut biaya.

Warga Bakaran Wetan apabila memasak masakan untuk kenduri harus dengan keadaan bersih atau suci tidak berhalangan (haid), atau dalam keadaan kotor. Hal ini mempunyai alasan karena kenduri ini adalah suatu ritual yang sakral dan doa untuk para leluhurnya.

Masyarakat di sana menganggap hal tersebut merupakan ibadah, jadi mereka mengibaratkan apabila kita melakukan ibadah harus dengan keadaan bersih dan suci.

Mitos ini masih sangat dipercaya oleh warga masyarakat Bakaran Wetan sebagai wujud penghormatan, apabila mitos ini dilanggar masakan yang baru dimasak untuk kenduri dalam jangka waktu yang tidak lama akan menjadi basi. (*)

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News  

Source: Berbagai Sumber
Tags: IndonesiaJual NasiKalimantan Timur
Previous Post

Regulasi Penggunaan Pakaian Adat Kutai Kalimantan Timur Mulai Disusun

Next Post

Tak Libatkan DPRD Bontang, Andi Faiz Sesalkan Sikap Pemkot soal Pemindahan Dana ke Bank Konvensional

BACA JUGA

Hampir Sepertiga Penduduk Kaltim Lahir di Luar Daerah

Hampir Sepertiga Penduduk Kaltim Lahir di Luar Daerah

7 Mei 2026 | 16:53
Lowongan Kerja Bontang; PT KPI Buka 8 Lowongan Field Operator untuk Lulusan SMA/SMK Lowongan Kerja Bontang Dibuka, 63 Posisi Ditempatkan di Pabrik Soda Ash Pupuk Kaltim Info Loker Bontang: Dicari 10 Orang Sekuriti, Tutup sampai 22 April 2026 Proyek Soda Ash Pupuk Kaltim Buka 32 Loker, Prioritas Warga Bontang Info Loker Bontang; PT Milda Cari 6 Helper Material TA Pabrik 7 Pupuk Kaltim Lowongan Kerja di Bontang: 33 Posisi untuk TA di Pabrik Pupuk Kaltim Buruan Daftar! 57 Lowongan Kerja di Pabrik 7 Pupuk Kaltim Bontang, Ditutup 8 April 2026 BGN Buka Lowongan Ahli Gizi di Bontang, Pendaftaran Ditutup 26 Maret 2026 Rumah Sakit Amalia Bontang Buka Lowongan Kerja, Berikut Posisi dan Syaratnya Matahari Citimall Bontang Buka Lowongan Kerja untuk 15 Orang AZKO Bontang Citimall Buka Lowongan Kerja untuk 14 Orang, Berikut Posisi dan Syaratnya! Mie Gacoan Ekspansi ke Sangatta, Lowongan Store Crew Dibuka untuk 40 Orang PT YUM Buka Lowongan Kerja untuk Penempatan di PT KPI Bontang Matahari Citimall Bontang Buka Lowongan Kerja, Dibuka sampai 30 Januari 2025 via Online Rumah Sakit Amalia Bontang Buka Lowongan Ahli Gizi, Cek Kualifikasinya! Dicari 3 Sekuriti Wanita untuk Proyek Badak LNG Bontang, Berikut Kualifikasi dan Persyaratannya RS LNG Badak Bontang Buka Lowongan Kerja untuk Dokter Gigi dan Dokter Umum Dicari 15 Sekuriti di Proyek PT Badak NGL Bontang Ace Hardware Bontang Buka Lowongan Kerja, Dibuka sampai 20 Desember 2024 Yayasan YABIS Bontang Buka Lowongan Kerja untuk Berbagai Posisi, Cek Syarat dan Cara Daftarnya! Bank Mandiri Cabang Lok Tuan Bontang Buka Lowongan Kerja Lowongan Kerja PT Kaltim Nusa Etika untuk Proyek TA PT KMI di Bontang Dibuka Lowongan Kerja Proyek TA Pupuk Kaltim Bontang Rumah Sakit Islam Bontang Buka Lowongan Kerja, Berikut Posisi dan Kualifikasinya Yayasan Vidatra Buka Lowongan Kerja Guru di Bontang, Berikut Kualifikasinya SD Muhammadiyah 2 Bontang Cari Guru Pendamping, Yuk Kirim Lamaranmu! RS Islam Bontang Buka Lowongan untuk Tenaga Medis, Cek Kualifikasinya di Sini Lowongan Kerja Ruang Guru di Bontang, Dibutuhkan Pengajar Aneka Mata Pelajaran PT Kaltim Jasa Sekuriti Bontang Buka Lowongan Pawang Anjing Pelacak, Cek Syaratnya! Lowongan Kerja: BORNEOS.CO Buka Kesempatan untuk 15 Kurir di Kota Bontang, Simak Persyaratannya! Lowongan Kerja PT Eramart Cabang Suryah Bontang, Dibuka sampai 14 Oktober 2024 Apotek Karunia Buka Lowongan Kerja untuk Tenaga Kefarmasian di Bontang, Cek Syarat dan Cara Daftarnya! Dibutuhkan 40 Orang, Lowongan Kerja Terbaru TA Pabrik 5 Pupuk Kaltim Lowongan Kerja di Mie Gacoan Bontang: Dibuka 64 Posisi, Simak Syarat dan Cara Melamarnya! Lowongan Kerja PT Koalisi Tubindo: Dibutuhkan Safetyman dan Helper untuk TA di PT Pupuk Kaltim, Bontang Kesempatan Kerja di PT Kaltim Nusa Etika untuk Tenaga Kerja Perbantuan Proyek di Bontang Lowongan Kerja Terbaru di PT Kaltim Parna Industri, Bontang, Posisi Field Operator untuk Lulusan SMA/SMK Lowongan Kerja di Yayasan Vidatra Bontang, Dibutuhkan Guru Olahraga dan Fisika Lowongan Kerja untuk Perawat Ditempatkan di RS Pupuk Kaltim, Bontang Lowongan Kerja Penata Dapur di RS LNG Badak Bontang, Segera Daftar! Lowongan Kerja Penempatan PT Kaltim Nitrate Indonesia di Bontang Lowongan Kerja Terbaru di Bontang: Dicari 2 Driver Bertugas di PT Samator Gas Industri PT Kaltim Parna Industri Buka Lowongan Kerja sampai 21 Agustus 2024 Pelatihan dan Pemagangan Design Grafis Khusus Warga Bontang, Segera Daftar! SMK Putra Bangsa Bontang Buka Lowongan Kerja, Cari Guru dan Tenaga Perpustakaan Ganesha Operation Bontang Buka Lowongan Pengajar dan Customer Service, Ini Syarat dan Cara Melamarnya Lowongan Kerja Mie Gacoan Bontang, Dicari 130 Orang PT Kaltim Jasa Sekuriti Buka Lowongan Kerja, Butuh 4 Orang Ditempatkan di Bontang Ace Hardware Buka Lowongan Kerja di Bontang, Cek Syarat dan Kualifikasinya Disini! Lowongan Kerja Yayasan Asy Syaamil Bontang, Dicari 14 Orang sampai 2 Agustus 2024 Lowongan Kerja untuk 7 Orang, Penempatan di PT Kaltim Nitrate Indonesia, Cek Syarat dan Kualifikasinya Perusahaan Startup di Bontang Buka Lowongan Kerja sampai 26 Juli 2024, Cek Selengkapnya Disini! Bank Rakyat Indonesia Buka Lowongan Kerja Juli 2024: Cek Posisi, Kualifikasi, dan Cara Pendaftaran Lowongan Kerja di Rumah Sakit Amalia Bontang, Mulai dari Bidan sampai Perawat Lowongan Kerja Menarik dari PT POS Indonesia di Bontang, Kaltim Dibuka sampai 30 Juli 2024

Lowongan Kerja Bontang; PT KPI Buka 8 Lowongan Field Operator untuk Lulusan SMA/SMK

7 Mei 2026 | 09:17
Di Balik Duka Siswa SMKN 4 Samarinda

INFOGRAFIS: Di Balik Duka Siswa SMKN 4 Samarinda

7 Mei 2026 | 08:07
Denting Tingkilan di Tanah Guntung Bontang: Dedikasi Ridwan Yin Sindat Menjaga Api Warisan di Tengah Arus Modernisasi

Denting Tingkilan di Tanah Guntung Bontang: Dedikasi Ridwan Yin Sindat Menjaga Api Warisan di Tengah Arus Modernisasi

6 Mei 2026 | 14:36
Carlin Alexandra, Siswi SMP Samarinda Wakili Kaltim di Ajang Putra Putri Pelajar Nasional

Carlin Alexandra, Siswi SMP Samarinda Wakili Kaltim di Ajang Putra Putri Pelajar Nasional

6 Mei 2026 | 09:09
Dari Balita hingga Lansia, TMMD ke-128 Bontang Gaungkan Hidup Sehat lewat Posyandu

Dari Balita hingga Lansia, TMMD ke-128 Bontang Gaungkan Hidup Sehat lewat Posyandu

6 Mei 2026 | 01:02
Next Post
Tak Libatkan DPRD Bontang, Andi Faiz Sesalkan Sikap Pemkot soal Pemindahan Dana ke Bank Konvensional Seleksi Calon Komisaris Utama Independen PT BPD Kaltim Kaltara Mulai Dibuka

Tak Libatkan DPRD Bontang, Andi Faiz Sesalkan Sikap Pemkot soal Pemindahan Dana ke Bank Konvensional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

BKPSDM Kutim: Honorer Sekolah Diangkat Bertahap Lewat PPPK

BKPSDM Kutim: Honorer Sekolah Diangkat Bertahap Lewat PPPK

5 Mei 2026 | 01:48
Ancaman PHK Guru Non-ASN, Kaltim Siapkan Skema Bayar per Jam Sektor Pendidikan di Kaltim Kehilangan 22 Ribu Pekerja, Pertambangan Melesat

Ancaman PHK Guru Non-ASN, Kaltim Siapkan Skema Bayar per Jam

2 Mei 2026 | 23:10
Data Warga Bontang Bermasalah, Wali Kota Neni Minta Ketua RT Perbarui Penerima BLT

Data Warga Bontang Bermasalah, Wali Kota Neni Minta Ketua RT Perbarui Penerima BLT

4 Mei 2026 | 22:27
Partisipasi Kuliah Melonjak, UKT Gratis Bontang Ubah Prioritas Keluarga

Partisipasi Kuliah Melonjak, UKT Gratis Bontang Ubah Prioritas Keluarga

1 Mei 2026 | 21:50
Konsumsi Miras Oplosan, Remaja SMP di Bontang Terjaring Patroli

Konsumsi Miras Oplosan, Remaja SMP di Bontang Terjaring Patroli

3 Mei 2026 | 20:01

Terbaru

Kutim Pilih Jalan Simono untuk Sekolah Rakyat, Ini Alasannya Sekolah Rakyat di Teluk Lingga, Ikhtiar Sunyi Kutim Membuka Masa Depan Anak Kurang Mampu

Kutim Pilih Jalan Simono untuk Sekolah Rakyat, Ini Alasannya

7 Mei 2026 | 20:23
Tiga Puskesmas di Bontang Raih Predikat Antikorupsi

Tiga Puskesmas di Bontang Raih Predikat Antikorupsi

7 Mei 2026 | 19:50
Nilai Anti Korupsi dan Pelayanan Publik Bontang Turun

Nilai Anti Korupsi dan Pelayanan Publik Bontang Turun

7 Mei 2026 | 19:43
Guru Non-ASN Terancam, Kaltim Siapkan Skema Rp50 Ribu per Jam Tekanan Guru Meningkat, Bontang Mulai Tangani Kesehatan Mental Pendidik 26.975 Guru dan Ustaz di Kaltim Bakal Terima Insentif Rp 1,5 Juta per Tiga Bulan Insentif Guru Honorer di Kaltim Naik Rp500 Ribu per Bulan, Gubernur Targetkan Bisa Capai Rp1 Juta

Guru Non-ASN Terancam, Kaltim Siapkan Skema Rp50 Ribu per Jam

7 Mei 2026 | 18:51
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved