Samarinda, PRANALA.CO – Kabar baik kembali datang dari sektor pertanian Kalimantan Timur (Kaltim). Petani di Bumi Etam kian menunjukkan geliat kesejahteraan seiring kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 148,93 pada Maret 2025. Angka ini mengalami kenaikan 0,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Yusniar Juliana, mengungkapkan bahwa kenaikan NTP ini dipicu oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,41 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 1,85 persen. Artinya, pendapatan petani naik lebih cepat dibandingkan pengeluaran mereka.
“Ini sinyal positif bagi petani kita, terutama dalam menghadapi tantangan harga input pertanian yang fluktuatif,” ujarnya mengutip keterangan resminya, Sabtu (19/4/2025).
Tidak semua sektor mengalami peningkatan. Pada Maret 2025, tercatat ada dua subsektor yang mengalami kenaikan NTP:
Hortikultura: naik 2,54 persen
Perkebunan Rakyat: naik 0,94 persen
Namun, tiga subsektor lainnya mengalami penurunan:
Tanaman Pangan: turun 0,51 persen
Peternakan: turun 0,58 persen
Perikanan: turun 0,96 persen
Meski begitu, secara keseluruhan, tren positif tetap mendominasi.
NTUP Naik, Usaha Tani Kian Menjanjikan
Tidak hanya NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga menunjukkan tren membaik. NTUP Maret 2025 mencapai 155,23, naik 1,71 persen dibanding Februari 2025.
Empat subsektor mencatat kenaikan NTUP:
- Tanaman Pangan: naik 0,75 persen
- Hortikultura: naik 4,47 persen
- Perkebunan Rakyat: naik 2,05 persen
- Perikanan: naik 0,40 persen
Sementara Peternakan menjadi satu-satunya subsektor yang mengalami penurunan NTUP sebesar 0,31 persen.
Kenaikan NTP dan NTUP ini menjadi indikator bahwa sektor pertanian Kaltim semakin bergairah. Dengan dukungan harga komoditas yang stabil dan pengeluaran petani yang terkendali, harapan akan terwujudnya petani yang sejahtera dan mandiri bukan sekadar mimpi.
“Semoga tren ini terus berlanjut dan membawa dampak positif bagi ekonomi daerah, khususnya di pedesaan,” tutup Yusniar, Kepala BPS Kaltim. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















