Pranala.co, SAMARINDA — Pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2025, total penghimpunan zakat mencapai Rp20,6 miliar, angka tertinggi sejak 2021.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kalimantan Timur (BAZNAS Kaltim), Ahmad Nabhan, mengungkapkan bahwa pada 2021 dana ZIS yang terkumpul sebesar Rp6,8 miliar. Jumlah tersebut meningkat menjadi Rp8,7 miliar pada 2022, Rp14,4 miliar pada 2023, dan Rp16,6 miliar pada 2024, sebelum akhirnya menembus Rp20,6 miliar pada 2025.
Data tersebut disampaikan dalam agenda Kaltim Berzakat yang digelar di Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (23/2/2026).
Menurut Nabhan, kenaikan penghimpunan zakat tidak terlepas dari meningkatnya partisipasi aparatur sipil negara (ASN), badan usaha milik daerah (BUMD), serta kalangan dunia usaha yang menunaikan zakat melalui BAZNAS.
“Semakin banyak zakat yang dikumpulkan, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sejumlah institusi tercatat sebagai kontributor zakat terbesar, antara lain PT BPD Kaltim Kaltara, RSKD Balikpapan, serta Dinas Kehutanan Kaltim.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan zakat secara simbolis. PT Migas Mandiri Pratama (MMP) menyerahkan zakat sebesar Rp160 juta, sedangkan PT BPD Kaltim Kaltara menyalurkan Rp3,6 miliar.
Dana ZIS yang terkumpul disalurkan melalui berbagai program strategis. BAZNAS Kaltim mengalokasikan dana untuk sektor pendidikan, kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, advokasi, serta dakwah.
Program tersebut ditujukan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan sosial di Kaltim. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















