Penerima Bantuan Tahap II di Bontang Membengkak 3.551 KK, Ditarget Tersalur Awal Juni

  • Whatsapp
Abdu Safa Muha, Kepala Dissos-PM Bontang.

DATA penerima Bantuan Langsung tahap kedua bakal segera disalurkan usai Lebaran ini. Jumlahnya pun membengkak menjadi 15.994 Kepala Keluarga (KK) dari penyaluran tahap pertama 12.443 KK. Jika dihitung ada 3.551 KK penerima baru di tahap kedua ini.

Menurut Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang, Abdu Safa Muha, penambahan itu berasal dari perbaikan data yang dilakukan kelurahan, usulan tambahan, dan data bantuan pangan nontunai (BPNT). Nilainya pun tak berubah, masih Rp 500 ribu. Sembako senilai Rp300 ribu dan uang tunai Rp200 ribu.

Bacaan Lainnya

“Tambahan jumlah penerima ini berasal dari kuota tambahan hasil diskresi Wali Kota,” ujar Safa saat dikonfirmasi.

Dijelaskan Safa, jumlah penerima baru itu sudah termasuk mencoret sekira 400-an KK yang dianggap tidak laik menerima bantuan. Termasuk, keluarga mampu, data ganda, meninggal, serta penerima yang alamatnya tidak ditemukan.

Lanjut Safa, kelompok ini merupakan warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang hanya menerima bantuan sembako. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memberi kebijakan khusus untuk menstimulan Rp 300 ribu kepada mereka.

Terkait mekanisme penyalurannya, Safa bilang calon penerima nantinya datang ke tempat yang ditunjuk pihak kelurahan masing-masing untuk menerima bantuan berupa sembako dan uang tunai. Jika tidak ada aral melintang, awal Juni akan mulai disalurkan.

Tahap kedua ini lanjut Safa sebagai pembelajaran pada pembagian sebelumya. Artinya, untuk pembagian tahap kedua diklaim pengelolaannya jauh lebih baik dari sebelumnya. Jika sebelumnya beberapa kelurahan membagi sembako dengan uang tidak bersamaan. Untuk pembagian kedua akan dibagi bersamaan, uang dan sembako.

Diketahui pada tahap pertama lalu, calon penerima sebagian datang ke kantor kelurahan untuk mengambil paket bantuan. Namun, adapula kelurahan yang menerapkan mekanisme pengantaran bantuan ke lokasi hunian penerima. Sehubungan dengan pemberlakuan jaga jarak.

Ia pun mengimbau agar para penerima manfaat mengikuti anjuran pemerintah dan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan serta membawa identitas diri berupa KTP dan KK.

“Patuhi protokol kesehatan, pakai masker dan jaga jarak. Berkas administrasi, seperti KTP dan KK juga dibawa,” imbaunya. (*)

Pos terkait