Pranala.co, BONTANG — Wajah pesisir Bontang Kuala, Kota Bontang kini berubah. Lebih rapi. Lebih tertata. Pelataran yang baru rampung dibangun itu kembali dibuka untuk publik. Harapannya jelas. Menjadi ikon wisata pesisir Kota Bontang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menaruh harapan besar pada kawasan ini. Bukan sekadar ruang berkumpul. Bukan pula hanya tempat bersantai. Pelataran Bontang Kuala dirancang sebagai simbol budaya masyarakat pesisir.
Material kayu ulin tetap dipertahankan. Bukan tanpa alasan. Ulin adalah identitas. Ia menyatu dengan sejarah dan kehidupan warga pesisir.
“Pelataran ini insyaallah menjadi simbol budaya pesisir di Kota Bontang. Kita lestarikan dengan tetap menggunakan ulin,” ujar Neni, Rabu (17/12/2025).
Dengan wajah barunya, pelataran ini digadang-gadang mampu menarik wisatawan. Bukan hanya warga lokal. Tapi juga pengunjung dari luar daerah. Efek lanjutannya diharapkan menggerakkan ekonomi warga.
Terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Neni, kawasan ini bisa menjadi ruang berjualan yang representatif. Sekaligus etalase produk khas pesisir. Dari kuliner laut hingga kerajinan lokal.
“Harapannya bisa menjadi destinasi wisata pesisir yang mendatangkan manfaat ekonomi, terutama bagi UMKM,” katanya.
Namun, Wali Kota memberi penekanan penting. Pemanfaatan pelataran tidak boleh melenceng dari tujuan awal. Area tersebut bukan untuk tempat tinggal.
“Ini bukan untuk rumah tinggal. Pelataran khusus untuk berjualan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Agar fungsi kawasan tetap terjaga, pengawasan akan dilakukan secara rutin. Kelurahan setempat akan dilibatkan. Petugas disiapkan untuk memastikan pelataran tetap tertib dan bersih.
“Jadi ada pengawasannya. Jika melanggar akan langsung ditindak,” tambah Neni.
Dari sisi pengelolaan, Pemerintah Kota Bontang berencana menyerahkan pengelolaan pelataran kepada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar Ekraf). Skema pengelolaan masih akan dikaji.
“Kalau maunya saya sih gratis. Tapi nanti kita lihat dari sisi regulasinya,” ucapnya.
Penataan Pelataran Bontang Kuala menjadi bagian dari upaya besar Pemkot dalam menghidupkan kawasan pesisir. Bukan hanya sebagai ruang publik. Tetapi juga sebagai pusat edukasi budaya, aktivitas ekonomi, dan destinasi wisata berkelanjutan.
Di akhir pesannya, Wali Kota kembali mengingatkan peran warga. Pembangunan, kata dia, tidak akan berarti tanpa kesadaran bersama.
“Jadi tolong jaga dan rawat apa yang sudah dibangun,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















