Pranala.co, SANGATTA – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kalimantan Timur (Kaltim) terus berbenah demi menyukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 Tingkat Provinsi Kaltim tahun 2025.
Salah satu langkah terobosannya adalah penerapan sistem digital secara menyeluruh. Sabtu (12/7/2025), LPTQ Kaltim menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengaplikasian E-Maqro di Hotel Royal Victoria, Sangatta.
Bimtek ini menyasar para panitera dan tim verifikasi yang akan bertugas selama MTQ berlangsung.
Sekretaris Umum LPTQ Kaltim, Maslekhan, secara langsung membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penggunaan sistem digital merupakan inovasi penting dalam penyelenggaraan MTQ modern.
“Ini pertama kalinya kita menggunakan E-Maqro. Jadi pembekalan ini sangat penting agar semua tim paham alur kerjanya,” kata Maslekhan yang didampingi oleh Sekretaris LPTQ Kaltim, Hj. Etty Shanty Yulianingsih.
Menurutnya, seluruh proses dalam MTQ kali ini akan berbasis elektronik. Mulai dari pendaftaran, verifikasi peserta, pengacakan nomor urut tampil, hingga skoring para peserta dilakukan melalui aplikasi E-MTQ.
“Khusus untuk pengacakan materi soal atau maqro, kita gunakan sistem E-Maqro. Jadi tidak ada lagi proses manual. Semuanya transparan dan efisien,” tegasnya.
Pemanfaatan teknologi ini diyakini akan membuat pelaksanaan MTQ lebih akurat dan minim kesalahan. Selain itu, juga mencegah potensi manipulasi, karena sistem akan berjalan secara otomatis dan terekam digital.
“Zaman sekarang, serba elektronik. MTQ juga harus ikut berkembang. Tidak bisa lagi pakai cara lama,” imbuh Maslekhan.
Bimtek ini menjadi bagian dari persiapan teknis menjelang MTQ XLV yang akan digelar di Kabupaten Kutai Timur mulai 10 hingga 19 Juli 2025. Diharapkan seluruh panitia dapat bekerja maksimal dan mengikuti alur sistem digital dengan baik.
Dengan sistem E-MTQ dan E-Maqro yang kini digunakan, Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi pelopor digitalisasi MTQ di Indonesia.
“Kita tidak hanya ingin sukses pelaksanaan, tapi juga sukses administrasi dan transparansi. Ini adalah bentuk modernisasi yang harus kita dukung bersama,” pungkas Maslekhan.

















