AKTIVITAS parkir di sekitar salah satu warung kopi di kawasan Kelurahan Tanjung Laut, Bontang, memicu keluhan warga. Kendaraan pengunjung disebut kerap memadati badan jalan hingga masuk ke gang permukiman, mengganggu akses keluar-masuk penduduk setempat.
Sejumlah warga menilai kondisi ini bukan lagi persoalan sepele, melainkan telah berdampak pada aktivitas harian masyarakat di sekitar lokasi.
“Jalan jadi sempit, bahkan warga kesulitan keluar masuk rumah,” kata Supri, salah satu warga setempat.
Kepadatan parkir didominasi kendaraan roda dua milik pengunjung warung kopi. Pada jam-jam ramai, kendaraan bahkan meluber hingga ke gang permukiman.
Akibatnya, arus lalu lintas di jalan utama tersendat. Pengendara yang melintas harus memperlambat laju, bahkan bergantian karena ruas jalan menyempit.
Warga menyebut kondisi ini terjadi hampir setiap hari dan semakin terasa pada malam hari.
Meski keluhan telah disampaikan, warga mengaku belum melihat adanya perubahan signifikan di lapangan. Pengelolaan parkir dinilai belum tertata dengan baik.
“Sudah disampaikan, tapi sampai sekarang belum ada solusi,” ujar Supri.
Menurutnya, persoalan ini dirasakan hampir seluruh warga di sekitar lokasi, bukan hanya segelintir orang.
Warga tidak menolak keberadaan usaha tersebut. Namun mereka meminta ada penataan parkir yang lebih tertib agar tidak merugikan lingkungan sekitar.
Mereka juga mendorong adanya dialog antara warga, pengelola usaha, dan pemerintah untuk mencari solusi bersama.
“Kami tidak melarang usaha, tapi harus ada aturan supaya tertib,” katanya.
Warga menilai persoalan ini juga berkaitan dengan potensi pelanggaran aturan parkir. Karena itu, mereka berharap Dinas Perhubungan dan pihak kelurahan turun tangan melakukan penataan.
Penertiban parkir dinilai penting agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan warga.
“Harus ada perhatian dari pemerintah agar ada penataan yang jelas,” ujar Supri menukil Nius.id [ZI]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















