KAWASAN Teras Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) kini menjadi magnet baru bagi warga Kota Tepian. Namun, di balik keindahannya, persoalan klasik kembali muncul: menjamurnya parkir liar yang bikin dahi mengernyit.
Dinas Perhubungan alias Dishub Samarinda akhirnya buka suara terkait ramainya kendaraan yang parkir di sepanjang Jalan Gunung Semeru. Secara tegas, Dishub menyatakan area tersebut bukan kantong parkir resmi.
“Itu bukan binaan kami. Itu murni parkir liar,” tegas Kasi Pengendalian dan Ketertiban Lalu Lintas Dishub Samarinda, Duri.
Menertibkan parkir liar ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Duri mengakui, para pengelola parkir ilegal ini punya strategi “kucing-kucingan” dengan petugas.
Mereka biasanya beraksi saat jam operasional petugas Dishub berakhir. Saat kota mulai sunyi menuju dini hari, barulah mereka bermunculan memungut rupiah dari para pengendara.
“Begitu petugas tidak di lokasi, mereka kembali beroperasi. Biasanya saat larut malam sampai subuh,” ungkapnya.
Dishub Samarinda sadar tidak bisa bergerak sendirian. Untuk memberikan efek jera, rencana besar sedang disiapkan. Penertiban skala besar akan dilakukan dengan menggandeng Satlantas, Satpol PP, hingga Polisi Militer (PM) dan unsur TNI.
Langkah ini diambil demi menjaga wajah Teras Samarinda tetap tertib dan nyaman bagi semua orang, tanpa gangguan antrean kendaraan yang memakan badan jalan.
Namun, Duri juga memberikan pesan menohok bagi para pemilik kendaraan. Menurutnya, parkir liar tetap eksis karena masih ada warga yang mau membayar dan malas mencari tempat resmi.
Ia meminta warga lebih bijak dan disiplin melihat rambu-rambu larangan parkir yang sudah terpasang jelas.
“Jangan salahkan kami kalau ditarik pungli, padahal sudah jelas ada larangan. Tanpa dukungan masyarakat yang sadar aturan, praktik ini sulit diberantas sampai akar,” imbuhnya.
Menariknya, Duri melihat persoalan ini tidak berdiri sendiri. Keberadaan pedagang di sekitar Jalan Gunung Semeru dinilai menjadi “hulu” dari kemacetan dan parkir liar tersebut.
Baginya, selama ada kerumunan pembeli, selama itu pula jukir liar akan melihat peluang. Dia berharap ada koordinasi lintas sektor untuk menertibkan pedagang agar arus lalu lintas di jantung kota ini kembali normal. [TIA]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















