KABAR gembira bagi warga Samarinda yang mulai resah dengan naik-turunnya harga kebutuhan pokok di pasar.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bergerak cepat mengantisipasi gejolak harga pangan nasional yang belakangan ini masih tidak menentu.
Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), pemkot bakal menggelar pasar murah secara maraton di empat wilayah berbeda sepanjang Juni 2026.
Langkah taktis ini diambil setelah jajaran pemkot mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri, Senin (8/6/2026).
Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Samarinda, Nadya Turisna, menyebut program ini menjadi jawaban langsung untuk menjaga daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.
“Gerakan ini merupakan respon atas dinamika harga pangan nasional yang masih berfluktuasi,” ujar Nadya.
Secara nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Mei 2026 berada di angka 0,28 persen.
Cabai merah, bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, dan daging ayam menjadi komoditas utama yang paling sering membuat dompet warga menjerit.
Meski demikian, warga Samarinda sedikit bisa bernapas lega. Kaltim justru masuk dalam daftar tujuh provinsi yang mengalami deflasi sebesar 0,17 persen pada bulan lalu.
Stok dan harga beras di Samarinda pun dipastikan masih berada dalam kondisi aman terkendali.
Namun, pemkot enggan kecolongan mengingat indeks harga beras di 80 daerah lain di Indonesia mulai merangkak naik pada awal Juni ini.
Jadwal dan 4 Lokasi Pasar Murah Samarinda
Untuk memastikan program ini tepat sasaran, Pemkot Samarinda telah memetakan empat titik krusial di tingkat kelurahan. Pasar murah ini akan beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WITA.
Bagi Anda yang ingin berbelanja bahan pokok dengan harga miring, catat baik-baik jadwal dan lokasinya berikut ini:
- Rabu, 10 Juni 2026: Halaman Masjid Nurul Hidayah, Kelurahan Tanah Merah
- Kamis, 11 Juni 2026: Halaman Bebaya Kost Syariah, Kelurahan Sempaja Selatan
- Rabu, 17 Juni 2026: Lapangan Bola PERSEKA, Kelurahan Teluk Lerong Ulu
- Kamis, 18 Juni 2026: Halaman Kantor Kelurahan Sidodamai
Masyarakat diimbau untuk datang lebih awal agar tidak kehabisan komoditas penting seperti minyak goreng, bawang, dan cabai yang biasanya paling diburu.
Di tingkat pusat, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Komjen Pol Tomsi Tohir, mengingatkan bahwa pasar murah hanyalah bantalan sementara. Ia meminta setiap daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memperkuat produksi pangan lokal secara mandiri.
Salah satu solusi konkret yang ditawarkan adalah menggalakkan kembali gerakan menanam di pekarangan rumah, khususnya untuk komoditas cabai dan bawang.
Langkah ini dinilai ampuh untuk memutus ketergantungan pasokan antardaerah yang sering memicu lonjakan harga akibat biaya logistik. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















