Pranala.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mencatat Indeks Profesionalitas ASN (IPASN) tertinggi se-Regional Kalimantan, dua tahun berturut-turut, 2024 dan 2025. Nilai IP ASN di 2025 naik menjadi 86,50, meningkat dari tahun sebelumnya
“Terima kasih kepada Bapak-Ibu sekalian yang telah bekerja dengan baik. Ini harus terus dipertahankan,” ujar Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto saat memimpin apel gabungan di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), Senin (19/1/2026).
Prestasi ini menegaskan posisi Pemkot Bontang sebagai instansi dengan tata kelola kepegawaian terbaik dari 46 instansi di wilayah kerja BKN Regional VIII Kalimantan.
Suharto menyebut tingginya nilai IPASN mencerminkan optimalnya kinerja pegawai, pengembangan kompetensi, dan minim pelanggaran disiplin.
Tak hanya apresiasi, Pj Sekda juga menyoroti kedisiplinan apel pagi. Saat ini Setda tengah menguji coba Sistem Monitoring Absensi Setda (SiMona) secara digital. Sistem baru ini lebih transparan dan real-time.
“Sistem memudahkan pemantauan kehadiran tiap bagian. Dulu harus menghitung manual, sekarang langsung terlihat siapa hadir dan siapa tidak,” jelas Suharto.
Sistem ini akan berlaku efektif mulai 1 Februari 2026. Bagi pegawai yang tidak hadir apel tanpa keterangan sah, akan dikenakan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 2 persen.
“Nanti mulai 1 Februari, sistem akan merekap otomatis. Jadi jangan kaget jika ada pemotongan bagi yang tidak disiplin,” tegasnya.
Suharto juga mengingatkan kondisi fiskal daerah. Ia meminta seluruh Kepala Perangkat Daerah bersiap menghadapi tantangan anggaran tahun 2026 dan 2027. Hal ini terkait prediksi penyesuaian akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















