WARGA Gang Ma’arif, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), dibuat geger penemuan sesosok jasad laki-laki yang kondisinya telah tinggal tulang di dalam sebuah gedung sarang burung walet, Sabtu (6/6/2026) siang.
Penemuan itu memunculkan banyak tanda tanya. Hingga kini, polisi masih berupaya mengungkap identitas korban sekaligus memastikan penyebab kematiannya.
Informasi awal diterima Polres Kutim melalui layanan Call Center 110 sekitar pukul 13.18 Wita. Tak lama setelah laporan masuk, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh Zulkifli, penjaga gedung sarang walet yang selama ini dipercaya mengawasi bangunan tersebut.
Menurut Zulkifli, sudah sekitar enam bulan dirinya tidak masuk ke bagian dalam gedung untuk melakukan pemeriksaan.
“Sarang walet itu saya yang diamanahkan untuk menjaga, dan terakhir saya masuk mengecek enam bulan lalu,” ujarnya.
Kecurigaan muncul saat ia mendapati ruang mesin dalam kondisi berantakan. Ia kemudian melanjutkan pemeriksaan ke ruangan berikutnya.
Apa yang ditemukan setelah membuka pintu kedua membuatnya terkejut.
“Pas saya buka pintu kedua, saya melangkah dua langkah terus saya senter ada orang meninggal. Sekitar jam satu siang tadi,” katanya.
Di sekitar lokasi penemuan, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban. Di antaranya senter, pisau, tali, tangga tali, serta hasil panen sarang walet.
Temuan tersebut kini menjadi bagian dari bahan penyelidikan yang sedang didalami kepolisian.
Begitu tiba di lokasi, petugas langsung memasang pengamanan dan membatasi akses warga ke area gedung. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kondisi tempat kejadian perkara agar tidak berubah sebelum proses identifikasi selesai.
Polisi juga melakukan olah TKP awal, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi dan fungsi terkait.
Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, mengatakan korban telah dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Korban telah dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kami masih menunggu hasil identifikasi dan pendalaman dari petugas guna mengetahui identitas maupun penyebab kematian korban,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian sebelum hasil penyelidikan dan identifikasi resmi diumumkan.
Fauzan juga menyoroti peran masyarakat yang cepat melaporkan kejadian tersebut melalui layanan Call Center 110 sehingga petugas dapat segera merespons.
“Layanan Call Center 110 merupakan sarana yang disiapkan untuk memudahkan masyarakat menyampaikan informasi maupun laporan kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi secara cepat. Begitu laporan diterima, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal,” tuturnya.
Hingga Sabtu sore, Unit Identifikasi bersama Satreskrim Polres Kutai Timur masih melakukan serangkaian penyelidikan. Di balik sunyinya gedung sarang walet itu, tersimpan misteri yang kini sedang diurai satu per satu oleh penyidik. [HAF]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















