Pakaian Batik bagi Pegawai, Penjahit Lokal Bisa Diberdayakan

  • Whatsapp
Ketua DPRD Bontan saat diwawancara awak media.

BONTANG – Penunjukan penjahit lokal untuk pakaian batik bagi pegawai di lingkungan Pemkot Bontang, dinilai mampu mendongkrak penghasilan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Kamis (6/5).

“Saya kira itu wajib dilakukan setiap organisasi perangkat daerah. Karena biayanya juga tidak melebihi Rp 200 juta, jadi bisa ditunjuk langsung untuk dikerjakan,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, tidak adalasan bagi pemerintah maupun OPD terkait tidak memberdayakan pengusahan atau penjahit lokal. Politikus Golkar itu berharap adanya Intsruksi Wali Kota yang menganjurkan penggunaan kain batik setiap hari Kamis, perputaran ekonomi akan semakin meningkat.

“Dengan adanya kebijakan itu, ada multi flyer effectnya perputaran ekonomi, penjual kain dan penjahit lokal di sektor UMKM,” tambahnya.

Sesuai Instruksi Wali Kota Bontang yang tertuang dalam surat Nomor: 188.55/1/ORG/2021 tentang Penggunaan Pakaian Batik Khas Kota Bontang bagi Pegawai Negeri Sipil, Tenaga Kontrak Daerah, dan Pegawai Badan Usaha Milik Daerah.

Setidaknya terdapat tujuh poin penting yang diatur di dalamnya. Berkenaan dengan pemberdayaan pengusaha lokal, pada poin 5 dijelaskan pengadaan pakaian batik khas Kota Bontang diadakan masing-masing Perangkat Daerah swadaya. [ADS]

Pos terkait